Sunan Ad-Darimi Jilid 2
Rp. 187.000 / 175.000
Profil penulis
252 karya publik ditemukan.
Rp. 187.000 / 175.000
Rp. 175.000 / 175.000
Abdul Aziz Alhadi, NIM 2130402001. Judul Skripsi “Pengaruh Produk Domestik Regional Bruto dan Jumlah Penduduk Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Provinsi Sumatera Barat”. Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Permasalahan dalam penelitian ini berawal dari ketidaksesuaian antara teori dan kondisi empiris di Provinsi Sumatera Barat. Secara teori, peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan jumlah penduduk seharusnya berdampak positif terhadap Penyerapan tenaga kerja, karena tingginya aktivitas ekonomi dan dapat memperbesar penyerapan tenaga kerja. Namun, data menunjukkan bahwa meskipun PDRB dan jumlah penduduk mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, Penyerapan tenaga kerja mengalami fluktuasi. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah kuantitatif, dengan pendekatan time series (data runtut waktu) untuk menganalisis pengaruh variabel-variabel independent terhadap variabel dependen. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi data sekunder dari instansi resmi seperti Badan Pusat Statistik (BPS). Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan regresi linear berganda yang diolah dengan aplikasi SPSS 25. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah data tahunan selama tiga puluh tahun, yaitu dari tahun 1994 sampai dengan 2023 Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Sumatera Barat. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan aktivitas ekonomi daerah yang tercermin melalui kenaikan PDRB mampu mendorong penciptaan lapangan kerja. Sementara itu, jumlah penduduk memiliki pengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja, namun pengaruh tersebut bergantung pada kemampuan perekonomian daerah dalam menyediakan lapangan pekerjaan. Secara simultan, PDRB dan jumlah penduduk berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Sumatera Barat.
Bimbingan perkawinan merupakan hak bagi semua calon pengantin, tidak terkecuali bagi pasangan calon pengantin tuna rungu. Hal ini didasarkan pada Keputusan Dirjen Bimas Islam No. 172 Tahun 2022 Tentang petunjuk Pelaksanaan Bimbingan Perkawinan. Berdasarkan informasi dari data pasangan tunarungu bahwa bimbingan perkawinan calon pengantin tunarungu di KUA Kecamatan Lima Kaum belum sesuai dengan pelaksanaan bimbingan perkawinan yang diatur dalam Keputusan Dirjen. Penelitian ini difokuskan kepada pelaksanaan bimbingan perkawinan sebagai pemenuhan hak calon pengantin tunarungu di KUA Kecamatan Lima Kaum. Tujuan penelitian untuk mengetahui, menjelaskan, dan menganalisis pelaksanaan bimbingan perkawinan catin tuna rungu dan faktor pendukung dan faktor penghambat pelaksanaan bimbingan di KUA Kecamatan Lima Kaum Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Yuridis Empiris. Sumber data primer dari penelitian ini adalah kepala KUA, penghulu, tiga pasangan tunarungu dan tiga orang tua dari pasangantuna rungu. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini melalui wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Teknik penjamin keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa, pelaksanaan bimbingan perkawinan terhadap calon pengantin tunarungu mengikuti bimbingan secara mandiri (individu). Dalam mengikuti bimbingan perkawinan calon pengantin tunarungu didampingi oleh orang tua calon pengantin tunarungu. Dalam penyampaian materi tidak ada perbedaan materi yang diberikan antara calon pengantin tunarungu dengan calon pengantin yang normal. Materi-materi yang disampaikan berpatokan kepada modul bimbingan perkawinan dan fondasi keluarga sakinah. Faktor yang mempengaruhi pelaksanaan kegiatan ini, faktor pendukungnya seperti kesediaan orang tua dalam mendampingi catin tuna rungu selama proses bimbingan perkawinan, dan panitia penyelenggara kegiatan ini. Sedangkan faktor penghambat dalam kegiatan ini adalah sulitnya komunikasi dengan catin tunarungu, tidak adanya fasilitator bahasa isyarat, keterbatasan kemampuan orang tua dalam bahasa isyarat, serta keterbatasan dana dan waktu.
Abdul Aziz Al Hakim, NIM 2130201001 judul “URGENSI PENASEHATAN ADAT PRA PERNIKAHAN UNTUK MEMBINA KEHARMONISAN RUMAH TANGGA DI DESA LUMINDAI KECAMATAN BARANGIN KOTA SAWAHLUNTO”, Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Al- Syakhshiyah) Fakultas Syari’ah, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar, Tahun 2025. Permasalahan pokok dalam penelitian adalah urgensi penasehatan adat pra pernikahan untuk membina keharmonisan rumah tangga di Desa lumindai kecamatan barangin kota sawahlunto selain melakukan screening di KUA . Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan menjelaskan pelaksanaan penasehatan adat pra pernikahan di Desa Lumindai serta mengetahui dan menganalisis pelaksanaan sanksi bagi calon pengantin yang tidak mengikuti penasehatan adat pra pernikahan di Desa Lumindai Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Kerapatan Adat Nagari (KAN), Pemerintah desa, Alim Ulama, Bundo Kanduang, 10 pasang suami istri yang melaksanakan penasehatan adat. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara (interview) dan studi dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan. Teknik penjamin keabsahan data yang digunakan triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukan: Pertama, Proses pelaksanaan Penasehatan adat pra pernikahan di Desa Lumindai Kecamatan Barangin Kota Sawahlunto, hal pertama sejarah terbentuknya penasehatan adat, hal kedua tahapan-tahapan penasehatan adat, terdapat dua poin, pertama pasangan calon pengantin menyampaikan niat untuk menikah ke niniak mamaknya, kemudian baik itu niniak mamak atau pasangan calon pengantin melaporkan ke KAN bahwasaanya siap untuk melakukan penasehatan adat, kedua, penetapan waktu pelaksanaan penasehatan adat, setelah waktu ditetapkan, pelaksanaan inti penasehatan adat yaitu setiap calon pasangan pengantin beserta kedua orangtuanya harus hadir pada tempat dan waktu yang telah ditetapkan, kemudian pemberian pembekalan oleh lembaga adat yang terdiri dari empat unsur, yaitu: Kerapatan Adat Nagari (KAN), Pemerintah Desa, Alim Ulama dan Bundo Kandung dengan materi-materi yang berbeda masing-masingnya. Kedua, pelaksanaan sanksi bagi calon pengantin yang tidak mengikuti penasehatan adat pra pernikahan di Desa Lumindai Kecamatan Barangin Kota Sawahlunto.
Abdul Aziz, 13 202 001, Judul skripsi “Pelaksanaan Produk Tabungan dengan Sistem Jemput Bola Pada BMT Al Fataya Cabang Guguak Lima Puluh Kota ” Jurusan Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar, Tahun akademik 2018. Permasalahan yang Penulis teliti dalam skripsi ini adalah Bagaimana Pelaksanaan dan Efesiensi Produk Tabungan dengan Sistem Jemput Bola pada BMT Al Fataya Cabang Guguak Lima Puluh Kota. Tujuan dari penelitian ini adalah Bagaimana Pelaksanaan Produk Tabungan dengan Sistem Jemput Bola dan sistem bagi hasilnya pada BMT Al Fataya Cabang Guguak Lima Puluh Kota . Jenis penelitian adalah penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, dan dokumentasi untuk mendapatkan data-data yang diperoleh berupa data jumlah nasabah dan jumlah total tabungan nasabah pada BMT Al Fataya cabang Guguak Lima Puluh Kota. Kemudian membaca dan menelaah, selanjutnya menganalisis data yang diperlukan dengan berbagai landasan teori dan terakhir menarik kesimpulan. Berdasarkan analisis Penulis, pelaksanaan Produk Tabungan mudharabah dengan Sistem Jemput Bola pada BMT Al Fataya pada awal diterapkannya sistem jemput bola ini sangat banyak manfaat yang dirasakan oleh nasabah khususnya nasabah funding, yang memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap jumlah nasabah. Namun dengan banyaknya jumlah tidak sebanding dengan jumlah tabungan yang ada, yaitu dalam penerapan sistem jemput bola yang ada di BMT Al Fataya cabang guguak lima puluh kota bahwa jumlah nasabahnya meningkat, namun jumlah tabungan tidak sesuai dengan jumlah nasabah yang didapat. Seperti halnya dari data perbandingan BMT Al Fataya dengan BMT An Nahl dilihat dari jumlah tabungan pada tahun 2015 BMT Al fataya memiliki jumlah nasabah sebanyak 897 orang dengan jumlah tabungan 235,435,482, sedangkan pada BMT An Nahl jumlah nasabah 189 orang dan jumlah tabungan 193,896,050. Jadi dari data perbandingan tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan banyaknya jumlah nasabah yang didapat oleh BMT Fataya tidak sebanding dengan jumlah nasabah yang didapat oleh BMT An Nahl, yang mana BMT An Nahl mampu memiliki jumlah tabungan baik dan meningkat. Jadi dapat dikatakan penerapan sistem jemput bola yang diterapkan oleh BMT Al Fayata belum maksimal dijalankan sehingga belum mendapatkan hasil yang sesuai dengan apa yang diharapkan.
Role of Islam in the state formation in Medina, Saudi Arabia under Prophet Muhammad, and idea to establish Islamic state in Indonesia.