ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Mhd Irsyad NIM: 2130302036 (2021) Judul Skripsi: “PERSEPSI KOMUNITAS MEDIA SOSIAL TELEGRAM LK21 OFFICIAL TERHADAP LAYANAN STREAMING ILEGAL DALAM PANDANGAN ISLAM”. Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Batusangkar, 2025. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya pembajakan film di platform digital yang terus beradaptasi meskipun pemerintah gencar melakukan pemblokiran. Komunitas pembajak kini berpindah ke media sosial yang lebih sulit diawasi, salah satunya adalah Telegram melalui grup LK21 Official. Fenomena ini tidak hanya menjadi masalah hukum negara, tetapi juga menimbulkan persoalan etika dari sudut pandang syariat Islam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi anggota komunitas Telegram LK21 Official terhadap aktivitas menonton film melalui layanan streaming ilegal, serta untuk menganalisis persepsi dan praktik tersebut dari tinjauan hukum Islam. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi pada grup Telegram, wawancara mendalam dengan tujuh anggota komunitas yang dipilih secara purposive, serta studi pustaka terhadap literatur fikih terkait. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi anggota komunitas terhadap layanan ilegal bersifat kontradiktif. Mereka sepenuhnya sadar bahwa tindakan mereka adalah ilegal dan melanggar hukum hak cipta. Namun, mereka tetap mempersepsikan layanan ilegal sebagai pilihan yang lebih unggul dan rasional karena faktor kelengkapan konten, kecepatan update, dan akses yang sepenuhnya gratis. Untuk mengatasi pertentangan batin ini, mereka membangun serangkaian alasan pembenar, seperti merasa terpaksa karena konten yang dicari tidak tersedia secara legal dan adanya tekanan kondisi ekonomi. Dari tinjauan hukum Islam, disimpulkan bahwa praktik pembajakan film adalah perbuatan yang jelas dilarang (haram). Tindakan ini termasuk dalam kategori mengambil harta orang lain secara batil dan melanggar prinsip perlindungan hak milik (Hifdzul Mal) dalam Islam. Alasan-alasan pembenaran yang dikemukakan oleh para informan tidak dapat diterima sebagai justifikasi yang sah menurut kaidah fikih, karena tidak memenuhi syarat darurat (dharurah) dan bertentangan dengan prinsip pertanggungjawaban individu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sri Febrina. NIM 1830303031. Judul Skripsi: “Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Platform Komunikasi Antar Budaya Oleh Mahasiswa KPI UIN Mahmud Yunus Batusangkar(Studi Kasus K-Popers di Telegram)”. Program Sarjana Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimana pemanfaatan media sosial telegram sebagai wadah komunikasi antar budaya oleh mahasiswa KPI UIN Mahmud Yunus Batusangkar yang k-popers .Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pemanfaatan media sosial telegram, produksi pesan dan konsumsi pesan komunikasi Antar Budaya yang dilakukan oleh mahasiswa KPI UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara. Teknik analisis data yang dilakukan, yaitu reduksi data (merangkum, memilih hal-hal pokok, memfokuskan pada hal penting, mencari tema dan pola), penyajian data (uraian singkat/ hubungan antar kategori/ flowchart/ dan sejenisnya) dan penarikan kesimpulan. Teknik penjaminan keabsahan data yang digunakan yaitu triangulasi. Hasil dari penelitian ini adalah media sosial telegram sangat aman digunakan sebagai platform komunikasi antar budaya oleh mahasiswa KPI yang k-popers. Kedua komunikasi yang terjadi yaitu membahas apa saja hal terbaru yang dilakukan oleh idola k-pop yang di sukai oleh mahasiswa KPI K-popers. Selanjutnya tidak hanya dari media sosial telegram saja yang digunakan oleh mahasiswa KPI K-popers, tetapi ada juga Tik Tok, VLIVE, Twitter dan Instagram.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Nilam Putri Kirana NIM 1930303020 (2019) Judul Skripsi: “PENYEBARAN KONTEN PORNOGRAFI MELALUI TELEGRAM BERBASIS KODE (STUDI FENOMENOLOGI PADA CHANNEL KODE NUKLIR”. Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam/Jurnalistik Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Batusangkar, 2023. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya penyebaran konten pornografi di Indonesia yang menambah kekhawatiran akan meningkatnya angka kriminal dan kejahatan seksual, kemunculan komunitas otaku menjadi salah satu penyebab maraknya pornografi, inovasi kode nuklir dari kelompok otaku membuat penyebaran konten pornografi semakin mudah, kode nuklir adalah kode acak yang terdiri dari enam digit angka yang memudahkan konsumen konten pornografi untuk mengkonsumsi tanpa takut terkendala diblokir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana kode nuklir digenerate, didistribusi dan di konsumsi, serta untuk melihat, makna penggunaan kode nuklir bagi Otaku. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, penelitian yang memberikan gambaran serta menganalisis data berdasarkan hasil observasi lapangan, pendekatan fenomenologis digunakan untuk menginterpretasikan penyebab dari permasalahan yang terjadi. Teknik pengumpulan data nya adalah wawancara mendalam, dengan enam orang narasumber yang tergabung dalam Channel Kode Nuklir di Telegram, data yang di peroleh akan di kategorikan dan dijabarkan tiap unitnya agar dapat dipilah dan diambil kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitiann, konten pornografi digenerate, didistribusikan, dan dikonsumsi oleh otaku pada channel kode nuklir memiliki desain difusi inovasi, kode tidak digenerate secara otomasis melalui website penyedia, pendistribusian kode ini juga memiliki siklus, mulai dari website penyedia kemudian didistribusi ke channel kode nuklir, kemudian pelanggan menyebarkan kode keluar komunitas dan kepada otaku newbie, konsumsi dari kode ini melalui beberapa tahap yakni, menyadari, tertarik, menilai, mencoba dan tahap menerima. makna penggunaan kode ini bagi otaku adalah sebagai kepuasan pribadi, fetish dan sebagai Incognito, Menarikanya konsumsi terbesar kode nuklir dalam channel ini adalah kode dengan genre yaoi/BL.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ISRA MELDA NOFIA, NIM 1730104032, judul Skripsi: “STUDENTS’ OPINION TOWARD THE USE OF TELEGRAM APPLICATION IN ONLINE LEARNING: A CASE OF QUANTITATIVE RESEARCH IN ELT”, Jurusan Tadris Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Permasalahan penelitian ini adalah perpindahan proses pembelajaran dari offline ke online yang diakibatkan oleh covid-19, yang mana kondisi ini menimbulkan banyak dampak, baik itu dampak poositiv ataupun dampak negative. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui bagaimana pendapat mahasiswa dalam mengunakan aplikasi telegram sebagai alat untuk proses pembelajaran online. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, sebuah studi kasus. Informan dari penelitian berjumlah 8 orang mahasiswa Tadris Bahasa Inggris yang sudah mengambil mata kuliah Quantitative Research in ELT pada tahun akademik 2020/2021. Informan penelitian ini dipilih dengan mengunakan teknik purposive sampling. Dalam penelitian ini, peneliti mengambil data sendiri dengan berpedoman kepada pedoman wawancara. Setelah data terkumpul, peneliti menguji keabsahan data yang mengacu pada teori prolonged engagement. Kemudian, data dianalisis dengan cara mereduksi data, menampilkan data, memverifikasi data dan mengambil kesimpulan Miles dan Huberman (2014). Berdasarkan analisis data, hasil penelitian menunjukan bahwa ada beberapa pendapat mahasiswa tentang penggunaan aplikasi telegram dalam pembelajaran Quantitative secara online, ada dua opini tentang penggunaan aplikasi telegram dalam proses pmebelajaran online di kelas Quantitative. Pertama, kelebihan dalam pengggunaan Telegram adalah; 1) Mudah dalam mengirimkan tugas 2) mudah dalam berkomunkasi via chat atau voice note 3) bisa video call dalam jumlah yang banyak 4) mudah dalam mengirimkan video 5) mudah dalam mengakses informasi 6) notifikasi relegram cepat masuk 7) bisa mengirim file dalam kapasitas besar 8)penyimpanan file yang aman. Dan selanjutnya adalah kelemahan dalam penggunaan aplikasi Telegram saat proses pembelajaran online diantaranya adalah: 1)kesulitan dalam mengirim video karena harus tetap berada di dalam kolom chat 2)Aplikasi telegram memakan banyak tempat 3)sinyal yang tidak mendukung 4) menghabiskan banyak Quota 5)sangat mudah bagi orang lain untuk mendapatkan link kita 6)terkadang aplikasi tidak mengeluarkan notifikassi.