ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Anggif Hidayatullah. NIM 1930301004 (2024). Judul Skripsi: “Studi Komparatif Pemikiran Abdul Qadir Bin Abdul Aziz dan Khairul Ghazali Terkait Ayat-Ayat Thaghut dalam Al-Qur'an”. Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan dalam Skripsi ini adalah: (1) Pemikiran Abdul Qadir bin Abdul Aziz dan Khairul Ghazali terkait dengan ayat-ayat thaghut di dalam al-Qur'an. (2) Persamaan dan perbedaan antara pemikiran Abdul Qadir bin Abdul Aziz dan Khairul Ghazali terkait dengan ayat-ayat thaghut di dalam al-Qur'an. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemikiran Abdul Qadir bin Abdul Aziz dan Khairul Ghazali terkait dengan ayat-ayat thaghut di dalam al-Qur'an serta untuk mengetahui persamaan dan perbedaan antara kedua pemikiran tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah library research (penelitian kepustakaan). Sumber data primer dalam penelitian ini adalah buku Melacak Jejak Thaghut karya Abdul Qadir Bin Abdul Aziz dan buku Mereka Bukan Thaghut karya Khairul Ghazali. Sedangkan sumber data sekunder berupa tulisan-tulisan atau hasil-hasil penelitian berupa buku-buku, jurnal-jurnal dan artikel yang membahas penafsiran ataupun pemikiran Abdul Qadir Bin Abdul Aziz dan Khairul Ghazali terkait ayat-ayat thaghut. Teknik pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini ialah teknik dokumentasi yakni teknik pengumpulan data melalui sumber-sumber tertulis yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik komparasi, yakni teknik pendekatan analitis yang membandingkan persamaan dan perbedaan antara beberapa entitas, untuk mendapatan pemahaman lebih mendalam tentang karakteristik masing masing. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Abdul Qadir bin Abdul Aziz memaknai kata thaghut yang terdapat dalam ayat-ayat thaghut sebagai setan, segala ibadah kepada selain Allah, sesembahan selain Allah, pembuat hukum selain Allah serta hukum selain hukum Allah. Sedangkan Khairul Ghazali memaknainya sebagai setan, benda-benda yang dijadikan sesembahan, tukang sihir atau dukun, Kaab bin al-Asyraf, segala sesuatu yang melampaui batas yang telah ditentukan Allah serta segala sesuatu yang diibadahi selain Allah. Baik Abdul Qadir bin Abdul Aziz ataupun Khairul Ghazali, keduanya sama-sama menyepakati bahwa menjauhi thaghut merupakan di antara perkara terpenting dalam ajaran Islam dan thaghut yang paling besar ialah setan. Adapun perbedaannya adalah Abdul Qadir bin Abdul Aziz berpendapat bahwa setiap pembuat hukum selain Allah dan setiap pembantu thaghut dihukumi telah kafir sedangkan Khairul Ghazali berpendapat bahwa setiap pembantu thaghut tidak dapat dihukumi telah kafir begitu juga dengan pembuat hukum selain Allah, mereka tidak dapat dihukumi telah kafir selama mereka masih menyakini hukum Allah adalah yang paling baik. Kata kunci: setan, syirik, thagut
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Fajri Novriadi, NIM 1830301016. Judul Skripsi: TRADISI MANDOA SUMARAK PADANG DI NAGARI TANJUNG BARULAK KECAMATAN BATIPUH TINJAUAN AYAT-AYAT SYIRIK DALAM TAFSIR AN-NUR. Jurusan Ilmu Al Quran dan Tafsir Universitas Negeri Islam Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian dalam skripsi ini dilatar belakangi oleh tradisi masyarakat Nagari Tanjung Barulak yang berdoa bersama dan itu ditujukan untuk menjaga tanaman dan hasil ladang mereka aman dari wabah dan penyakit. Untuk kegiatan berdoa tidak ada pertentangan dengan ajaran Islam karena itu sesuai dengan tuntunan syariat. Namun di dalam pelaksanaanya ada beberapa acara atau ritual yang menyalahi akidah dan syariat Islam. Padahal di dalam Al Quran sendiri telah diterangkan dengan jelas perihal Syirik dan menyekutukan Allah SWT. Masalah penelitian dalam skripsi ini adalah gambaran tradisi Mandoa Sumarak Padang, penafsiran ayat-ayat syirik, makna ayat-ayat syirik, dan hukum tradisi Mandoa Sumarak Padang dalam Tafsir Al-Quranul Majid An-Nur karya Hasbi Ash-Shiddieqy. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis adalah jenis library research (penelitian kepustakaan). Pengumpulan data dalam metode ini dengan menggunakan metode metode dokumentasi. Dalam penelitian ini metode dokumentasi akan dipakai untuk mengumpulkan data-data tentang konsep syirik dalam Al-Quran dari kitab Tafsir Al-Quranul Majid An-Nur dan kitab Mujam Mufahrasy li Maanil Quran. Pada penelitian ini data yang telah diperoleh, kemudian diolah dengan menggunakan metode analisis isi (content analysis). Tradisi Mandoa Sumarak Padang merupakan sebuah kegiatan berdoa bersama yang dilakukan masyarakat didaerah perbukitan yang bertujuan untuk menjaga dan melindungi lahan pertanian dan kampung mereka, serta mengharapkan kehidupan yang aman dan tertram. Adapun penafsiran tentang ayat-ayat syirik sangat membantu umat islam dalam problema-problema kehidupan nantinya, terutama kepercayaan kepada Allah SWT. Maka dari itu, Al-Quran menggambarkan beberapa bentuk kesyirikan, penyebab kesyirikan, serta balasan yang di dapat akibat perbuatan syirik tersebut. Kegiatan Mandoa Sumarak Padang termasuk kesyirikan yang dilihat dari beberapa aspek yang telah di jelaskan sesuai dengan ayat-ayat Al-Quran.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
IMAM SHODAQAH, NIM 1830301020 (2018). Judul skripsi: PENAFSIRAN TERHADAP HUBUNGAN KOSEPTUAL ANTARA SYIRIK DAN BIRRUL WALIDIAN DALAM AL-QUR’AN (ANALISIS KRITIS). Prodi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini bertujuan untuk menafsirkan hubungan konseptual antara syirik dan birrul walidain dalam Al-Qur'an dengan menggunakan pendekatan analisis kritis. Rumusan masalah dalam penelitian ini mencakup dua pertanyaan utama: (1) Bagaimana penafsiran ayat-ayat tentang syirik yang diikuti birrul walidain?, dan (2) Apa hubungan syirik dengan birrul walidain dalam Al-Qur'an? Penelitian ini menggunakan metode maudhu’i untuk mengumpulkan data relevan tentang syirik dan birrul walidain dalam Al-Qur'an, yang kemudian dianalisis menggunakan pendekatan kontekstual untuk menggali makna dan implikasi teks secara mendalam. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk memahami konteks historis dan budaya di balik teks Al-Qur'an, serta menafsirkan pesan-pesan yang terkandung di dalamnya dengan lebih baik. Penelitian ini mengidentifikasi dan menganalisis ayat-ayat Al-Qur'an yang membahas tentang syirik yang diikuti dengan birrul walidain. Metode penelitian yang digunakan adalah metode maudhu,i dengan pendekatan hermeneutika. Penelitian ini menemukan bahwa berbakti kepada kedua orang tua merupakan kewajiban yang sangat penting dalam Islam, karena merupakan bagian dari ibadah kepada Allah SWT dan ekspresi rasa syukur terhadap-Nya. Hubungan antara syirik dan birrul walidain dapat ditemukan dalam beberapa ayat Al-Qur'an, seperti Surah An-Nisa ayat 36, Al-An'am ayat 151, Al-Isra' ayat 23-24, Al-Ankabut ayat 8, dan Luqman ayat 13-15. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur'an mengatur larangan terhadap perbuatan syirik dan memerintahkan berbuat baik kepada kedua orang tua sebagai bagian dari kewajiban agama. Penelitian ini memiliki implikasi penting dalam memahami konsep syirik dan birrul walidain dalam konteks Al-Qur'an serta memberikan landasan untuk memperkuat hubungan yang sehat antara manusia dan Allah SWT serta antara manusia dengan orang tua mereka.