Story Teliing Wisata Religi Pada Sejarah Batu Angkek-Angkek Dalam Pengembangan Wisata Cagar Budaya Di Tanah Datar
ABSTRAK Salsabila, NIM 2030406032, judul skripsi “Story Telling Wisata Religi pada Sejarah Batu Angkek-Angkek dalam Pengembangan Wisata Cagar Budaya di Tanah datar”. Jurusan Pariwisata Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Negeri Islam (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah Objek Wisata Batu Angkek-Angkek sering dikenal dengan wisata syirik untuk itu perlu adanya perubahan paradigma melalui place reputation dimana place reputation bisa melakukan pendekatan dengan place story telling yaitu dengan lima pendekatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Untuk menentukan sumber data, peneliti menggunakan data primer yang diperoleh dari hasil observasi dan wawancara dengan pengelola pada Batu Angkek-Angkek dan data sekunder yang diperoleh dari hasil studi pustaka, jurnal terdahulu, website, dan dokumentasi pada Objek Wisata Batu Angkek-Angkek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa place reputationnya bisa berubah dari wisata syirik menjadi wisata budaya, sejarah, dan wisata religi dengan 5 unsur intrinsik pada Batu Angkek-Angkek, yaitu: (1) Setting pada sejarah Batu Angkek-Angkek tempat dan terjadinya peristiwa tersebut benar terjadi di desa Palagan pada 500 tahun yang lalu (2) Charakter dari cerita Batu Angkek-Angkek tersebut hanya sebuah benda mati yang memiliki nilai sejarahnya (3) Plot pada cerita Batu Angkek-Angkek menceritakan sejarah dimasa lalu kemudian menjadi sebuah objek wisata (4) Backstory dari cerita Batu Angkek-Angkek tidak ada secara mistis, melainkan di dalam cerita terjadinya gempa lokal serta hujan panas disertai petir selama 14 hari 14 malam dan datuak didatangi sebuah mimpi (5) Detail Batu Angkek-Angkek disimpan dalam sebuah Rumah Gadang tepatnya di atas Bundua yang dihiasi dengan kain sulaman benang emas, dan pada batu angkek-angkek terdapat nilai religinya yaitu kita tidak boleh mempercayai kepada batu melainkan hanya nilai sejarah