ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berkembangnya aktivitas affiliate marketing pada media sosial TikTok yang dimanfaatkan oleh mahasiswa sebagai sarana memperoleh penghasilan sekaligus media komunikasi digital. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan permasalahan berupa belum optimalnya penerapan komunikasi persuasif, konten yang cenderung spontan, serta tantangan dalam menyesuaikan strategi komunikasi dengan kebijakan TikTok yang semakin ketat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana affiliator mahasiswa Jurnalistik Islam membangun kredibilitas (ethos), menggunakan pendekatan emosional (pathos), dan menyampaikan argumentasi logis (logos) dalam konten promosi TikTok Affiliate. Penelitian ini menggunakan teori retorika Aristoteles yang meliputi ethos, pathos, dan logos sebagai landasan analisis. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi nonpartisipan terhadap konten TikTok, wawancara dengan 5–7 mahasiswa Jurnalistik Islam yang aktif sebagai affiliator, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek ethos, affiliator membangun kredibilitas melalui penjelasan produk yang jelas, penggunaan produk secara langsung, menjaga kejujuran, memilih produk yang aman dan berkualitas, serta mematuhi aturan TikTok. Pada aspek pathos, affiliator menggunakan bahasa yang santai, ekspresi wajah, intonasi suara, penggunaan sound yang sedang tren, serta membangun rasa kebutuhan audiens terhadap produk. Sementara itu, pada aspek logos, affiliator menyampaikan argumentasi logis melalui penjelasan manfaat produk, demonstrasi penggunaan, perbandingan harga, informasi keamanan produk, serta pengalaman penggunaan secara langsung. Secara keseluruhan, komunikasi persuasif affiliator mahasiswa Jurnalistik Islam memadukan kredibilitas, pendekatan emosional, dan argumentasi logis sehingga mampu menarik minat audiens, sekaligus tetap mengedepankan nilai kejujuran, etika komunikasi, dan tanggung jawab dalam aktivitas promosi di TikTok.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dandi, NIM 1830303005, Judul Skripsi “Retorika Dakwah KH Yahya Zainul Ma’arif Dalam Channel Youtube Al- Bahjah Tv”. Program Sarjana Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan penelitian ini berangkat dari fenomena perkembangan dakwah Islam di era digital, di mana Youtube menjadi salah satu media yang efektif untuk menyampaikan pesan keagamaan kepada masyarakat luas. Buya Yahya sebagai salah satu ulama terkemuka memanfaatkan platform ini untuk berdakwah dengan gaya retorika khas yang menarik perhatian berbagai kalangan. Fokus penelitian ini adalah menganalisis gaya retorika dakwah Buya Yahya serta penerapan unsur retorika klasik Aristoteles, yaitu ethos, pathos, dan logos dalam ceramah beliau, khususnya dalam video berjudul “Berkah Mendoakan Orang yang Sedang Bermasalah dengan Kita” pada channel Youtube Al- Bahjah TV. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu Hasil penelitian, menemukan bahwa: (1) Gaya retorika Buya Yahya ditandai dengan penggunaan bahasa yang santun, jelas, sistematis, dan mudah dipahami, serta diperkuat dengan intonasi suara, ekspresi wajah, dan gerak tubuh yang mendukung penyampaian pesan. (2) Ethos tampak dari kredibilitas beliau sebagai ulama berilmu luas, santun, dan berwibawa, sehingga meningkatkan kepercayaan audiens terhadap dakwahnya. (3) Pathos terlihat dari penyampaian yang menyentuh hati, penggunaan kisah, doa, dan ungkapan empati yang membangun kedekatan emosional dengan audiens. (4) Logos tercermin dalam penyusunan argumen logis, penggunaan dalil Al- Qur’an dan hadis, serta penalaran yang relevan dengan kondisi sosial masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan retorika yang tepat menjadikan dakwah Buya Yahya lebih efektif dan relevan di era digital. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dalam kajian komunikasi dakwah, serta menjadi pedoman praktis bagi para pendakwah dalam mengembangkan strategi komunikasi yang lebih persuasif dan kontekstual.