Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berkembangnya aktivitas affiliate marketing pada media sosial TikTok yang dimanfaatkan oleh mahasiswa sebagai sarana memperoleh penghasilan sekaligus media komunikasi digital. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan permasalahan berupa belum optimalnya penerapan komunikasi persuasif, konten yang cenderung spontan, serta tantangan dalam menyesuaikan strategi komunikasi dengan kebijakan TikTok yang semakin ketat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana affiliator mahasiswa Jurnalistik Islam membangun kredibilitas (ethos), menggunakan pendekatan emosional (pathos), dan menyampaikan argumentasi logis (logos) dalam konten promosi TikTok Affiliate. Penelitian ini menggunakan teori retorika Aristoteles yang meliputi ethos, pathos, dan logos sebagai landasan analisis. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi nonpartisipan terhadap konten TikTok, wawancara dengan 5–7 mahasiswa Jurnalistik Islam yang aktif sebagai affiliator, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek ethos, affiliator membangun kredibilitas melalui penjelasan produk yang jelas, penggunaan produk secara langsung, menjaga kejujuran, memilih produk yang aman dan berkualitas, serta mematuhi aturan TikTok. Pada aspek pathos, affiliator menggunakan bahasa yang santai, ekspresi wajah, intonasi suara, penggunaan sound yang sedang tren, serta membangun rasa kebutuhan audiens terhadap produk. Sementara itu, pada aspek logos, affiliator menyampaikan argumentasi logis melalui penjelasan manfaat produk, demonstrasi penggunaan, perbandingan harga, informasi keamanan produk, serta pengalaman penggunaan secara langsung. Secara keseluruhan, komunikasi persuasif affiliator mahasiswa Jurnalistik Islam memadukan kredibilitas, pendekatan emosional, dan argumentasi logis sehingga mampu menarik minat audiens, sekaligus tetap mengedepankan nilai kejujuran, etika komunikasi, dan tanggung jawab dalam aktivitas promosi di TikTok.