ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Yelia Syamsul, 15 301 100 161, judul skripsi : “Perbandingan Kinerja Bank Syariah Sebelum Dan Setelah Initial Public Offering (Studi Kasus Bank Panin Dubai Syariah)”. Jurusan Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Istitut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar, 2019. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana kinerja Bank Panin Dubai Syariah sebelum dan setelah initial public offering yang dilihat dari kinerja keuangan yang diukur dengan rasio profitabilitas pada Gross Profit Margin (GPM), Net Profit Margin (NPM), Return On Invesment (ROI), Return on Asset (ROA), Return on Equity (ROE), Beban Operasional / Pendapatan Operasional (BOPO). Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hasil dari perbandingan kinerja Bank Panin Dubai Syariah sebelum dan setelah IPO. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah metode penelitian Kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah melalui dokumentasi, wawancara, dan studikepustakaan. Sumber data pada penelitian menggunakan data skunder dari publikasi laporan keuangan periode 2011-2018 dan wawancara pada pihak Bank Panin Dubai Syariah. Hasil dari penelitian ini dapat dikatakan bahwa IPO merupakan pengembangan bisnis yang komprehensif dengan memperoleh modal melalui kepemilikan saham sehingga memberikan kesempatan sekaligus tantangan untuk bersaing secara sehat, dan sebagai bentuk upaya untuk mempertahankan modal jangka panjang. Kinerja keuangan PT. Bank Panin Dubai Syariah sebelum dan setelah IPO selama tahun 2011- 2018 dapat disimpulkan mengalami peningkatan pada GPM, NPM, ROI, ROA, ROE, dan BOPO, yang dibuktikan pada rasio gross profit margin meningkat dari 6,44 sampai dengan 19,41. Berdasarkan rasio net profit margin meningkat dari 9,46 sampai dengan 26,45. Berdasarkan rasio return on investment meningkat dari 1,06 sampai dengan 2,51. Berdasarkan rasio return on assets meningkat dari 1,41 sampai dengan 2,43. Berdasarkan return on equity, meningkat dari 5,13 sampai dengan 86,46. Berdasarkan beban operasional pada pendapatan operasional meningkat dari 18,47 sampai dengan 34,17. Kata kunci :IPO, PerbandinganKinerja, RasioProfitabilitas (GPM, NPM, ROI, ROA, ROE, dan BOPO).
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Roza Hutria, NIM: 2230403097. Judul skripsi “Analisis Perbandingan Profitabilitas Perusahaan Teknologi Sub Sektor Perangkat Lunak dan Jasa Teknologi Informasi Sebelum dan Sesudah Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia”. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena bahwa IPO diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan perusahaan melalui penambahan modal, namun dalam praktiknya tidak semua perusahaan mengalami peningkatan profitabilitas setelah menjadi perusahaan publik. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah terdapat perbedaan kinerja profitabilitas perusahaan teknologi sebelum dan sesudah IPO. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan profitabilitas yang diukur melalui Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), Gross Profit Margin (GPM), Operating Profit Margin (OPM), dan Net Profit Margin (NPM) sebelum dan sesudah IPO pada perusahaan teknologi subsektor perangkat lunak dan jasa teknologi informasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan komparatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan teknologi subsektor perangkat lunak dan jasa teknologi informasi yang melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dengan periode pengamatan terdiri dari tiga tahun sebelum IPO dan tiga tahun sesudah IPO. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis statistik deskriptif, uji normalitas, serta pengujian hipotesis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dan Paired Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada variabel ROA dan ROE tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah IPO. Hal ini mengindikasikan bahwa tambahan modal yang diperoleh melalui IPO belum mampu meningkatkan efektivitas penggunaan aset dan pengembalian kepada pemegang saham dalam jangka pendek. Pada variabel GPM, OPM, dan NPM juga tidak ditemukan perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah IPO, yang menunjukkan bahwa IPO belum mampu meningkatkan efisiensi perusahaan dalam mengelola biaya maupun meningkatkan laba bersih. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan IPO tidak secara langsung meningkatkan kinerja profitabilitas perusahaan teknologi subsektor perangkat lunak dan jasa teknologi informasi dalam jangka pendek.