Analisis Perbandingan Profitabilitas Perusahaan Teknologi Sebelum dan Sesudah IPO Di Bursa Efek Indonesia
Roza Hutria, NIM: 2230403097. Judul skripsi “Analisis Perbandingan Profitabilitas Perusahaan Teknologi Sub Sektor Perangkat Lunak dan Jasa Teknologi Informasi Sebelum dan Sesudah Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia”. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena bahwa IPO diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan perusahaan melalui penambahan modal, namun dalam praktiknya tidak semua perusahaan mengalami peningkatan profitabilitas setelah menjadi perusahaan publik. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah terdapat perbedaan kinerja profitabilitas perusahaan teknologi sebelum dan sesudah IPO. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan profitabilitas yang diukur melalui Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), Gross Profit Margin (GPM), Operating Profit Margin (OPM), dan Net Profit Margin (NPM) sebelum dan sesudah IPO pada perusahaan teknologi subsektor perangkat lunak dan jasa teknologi informasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan komparatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan teknologi subsektor perangkat lunak dan jasa teknologi informasi yang melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dengan periode pengamatan terdiri dari tiga tahun sebelum IPO dan tiga tahun sesudah IPO. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis statistik deskriptif, uji normalitas, serta pengujian hipotesis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dan Paired Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada variabel ROA dan ROE tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah IPO. Hal ini mengindikasikan bahwa tambahan modal yang diperoleh melalui IPO belum mampu meningkatkan efektivitas penggunaan aset dan pengembalian kepada pemegang saham dalam jangka pendek. Pada variabel GPM, OPM, dan NPM juga tidak ditemukan perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah IPO, yang menunjukkan bahwa IPO belum mampu meningkatkan efisiensi perusahaan dalam mengelola biaya maupun meningkatkan laba bersih. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan IPO tidak secara langsung meningkatkan kinerja profitabilitas perusahaan teknologi subsektor perangkat lunak dan jasa teknologi informasi dalam jangka pendek.