Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Fatherless
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Respons Al-Qur'an terhadap Isu Fatherless di Zaman Modern

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Secara umum, skripsi ini mengkaji fenomena fatherless sebagai kondisi ketiadaan peran ayah baik secara fisik maupun psikologis yang menimbulkan dampak serius terhadap perkembangan psikologis, sosial, dan spiritual anak, sebagaimana tergambar antara lain dalam kisah mahasiswi berinisial D di UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini memfokuskan kajian pada tiga aspek utama: potret orang tua ideal dalam perspektif Al-Qur’an, sikap anak yang menjadi korban fatherless, serta relevansi ajaran Al-Qur’an mengenai peran ayah dalam menghadapi fenomena fatherless di zaman modern. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) yang berfokus pada penelusuran ayat-ayat Al-Qur’an bertema keluarga, orang tua, anak, dan peran ayah. Sumber data primer berupa Al-Qur’an dan kitab-kitab tafsir seperti Tafsir Al-Misbah, Tafsir Al-Azhar, dan Tafsir Fi Zhilalil Qur’an, sedangkan sumber data sekunder berupa buku, jurnal, dan penelitian yang membahas fatherless, keluarga, dan pengasuhan. Data dianalisis dengan pendekatan tafsir tematik (maudhu’i) dan disajikan secara deskriptif-induktif untuk memotret keterkaitan nilai-nilai Qur’ani dengan fenomena sosial kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan, yaitu: 1. Bahwa potret orang tua ideal dalam perspektif Al-Qur’an tergambar melalui sosok ayah teladan seperti Ibrahim a.s, Nuh a.s, Ya’qub a.s, dan Luqman yang tampil sebagai pelindung, pendidik tauhid, penanam nilai moral, dan figur penuh kasih sayang, 2. Sikap anak yang menjadi korban fatherless menurut Al-Qur’an diarahkan pada kesabaran, tetap berbakti kepada orang tua selama tidak bertentangan dengan tauhid, menjaga harga diri, serta bertawakal kepada Allah Swt, 3. Ajaran Al-Qur’an mengenai peran ayah terbukti sangat relevan dalam menghadapi fenomena fatherless modern, baik pada kasus ayah wafat, perceraian, ketidakpedulian, ketidakstabilan watak, pemenjaraan, maupun ayah yang menyesatkan keluarga. Al-Qur’an juga menegaskan pentingnya kejelasan nasab, tanggung jawab nafkah dan pengasuhan, perlindungan moral dan emosional, serta prinsip keadilan dan tanggung jawab individual, sehingga nilai-nilai tersebut dapat menjadi solusi spiritual-normatif untuk meminimalkan dampak fatherless dan mengembalikan fungsi keluarga sebagai lingkungan yang aman, mendidik, dan berkeadaban.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Dampak Fatherless Pada Perkembangan Self-Regulasi Anak Usia Dini di RA Al Falah Bina Insan Islami Batusangkar

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Gisty Aulia dengan NIM. 2130109022, Judul Skripsi “Dampak Fatherless Pada Perkembangan Self-Regulasi Anak Usia Dini Di RA Al Falah Bina Insan Islami Batusangkar”. Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini dilatar belakangi dari adanya beberapa orang anak yang mengalami hambatan dalam pada perkembangan self-regulasi, hal ini ditandai dengan adanya anak yang mengalami kesulitan dalam mengelola serta mengatur perilaku dan tindakannya, sulit untuk mengontrol emosi atau emosi yang tidak stabil seperti bersifat agresif, sulit mengikuti aturan dan mudah tantrum saat belajar di dalam kelas. Selain hal itu terdapat juga anak yang bersifat cengeng, kurang percaya diri serta kurang bisa untuk berinteraksi dengan teman-temannya. Hal tersebut disebabkan oleh bebargai faktor salah satunya yaitu kurangnya peranan ayah dalam hal pengasuhan anak atau ketidakhadiran sosok dan figur seorang ayah dalam kehidupan sehari-hari anak/fatherless. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuti bagaimana dampak positif dan negatif dari kondisi fatherless terhadap perkembangan self-regulasi anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk mendeskripsikan atau menggambarkan apa yang ada. Sedangkan sumber data dari penelitian ini sumber data primer yaitu orang tua RA Al Falah Bina Insan Islami Batusangkar, sumber data sekunder wali kelas Tabligh RA Al Falah Bina Insan Islami Batusangkar dan domukentasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti pada penelitian ini yaitu wawancara dan. Teknik analisis data ynag digunakan pada penelitian ini meliputi data reduction, display dan conclusions drawing/vertivication. Sedangkan untuk teknik penjamin keabsahan data peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber dimana peneliti mngumpulkan data dengan mewawancarai sumber yang berbeda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, dampak positif kondisi fatherless terhadap perkembangan self-regulasi anak diantaranya anak menjadi lebih mandiri di mana anak belajar bertanggung jawab sedari dini serta memiliki ketahanan emosi yang lebih baik. Sedangkan dampak negatif fatherless terhadap perkembangan self-regulasi anak yaitu anak mengalami kesulitan dalam mengontrol dan mengelola emosi dan perilaku mereka, selain hal itu anak juga cenderung memiliki tingkat kecemasan yang tinggi serta tingkat kepercayaan diri yang rendah.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Hubungan Antara Fatherless Dengan Perkembangan Emosional Pada Anak Usia 5-6 Tahun di TK Negeri Pembina Saruaso Barat

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Olfi Oksanti, NIM 2030109024 judul skripsi “Hubungan Antara Fatherles Dengan Perkembangan Emosional Pada Anak Usia 5-6 Tahun di TK Negeri Pembina Saruaso Barat”. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar, 2024. Masalah pada penelitian ini adalah terdapat permasalahan perkembangan emosional pada anak usia dini yang mengakibatkan anak kesulitan dalam mengenali, memahami dan mengatur emosinal dengan baik seperti anak suka berteriak, semua keinginan harus terpenuhi, tidak sabar dan merasa ingin menang sendiri. Salah satu aspek yang dapat mempengaruhi perkembangan emosional pada anak usia dini adalah hubungan fatherless. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara fatherless dengan perkembangan emosional pada anak usia 5-6 tahun di TK Negeri Pembina Saruaso Barat. Jenis penelitian yang digunakan berbentuk penelitian kuantitatif dengan metode korelasional, pada penelitian ini penulis menggunakan teknik total sampling. Instrument pengumpulan data yang digunakan adalah skala likert dan teknik analisis data menggunakan korelasi product moment. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang negatif dimana korelasi kedua variable memiliki hubungan berlawanan antara hubungan fatherless dengan perkembangan emosional pada anak usia 5-6 tahun di TK Negeri Pembina Saruaso Barat. Artinya bahwa hubungan antara fatherless ada hubungannya dengan perkembangan emosional pada anak usia dini. Hal ini dibuktikan dengan pengujian korelasi secara manual dan dengan aplikasi spss 22, adalah -0,751 dengan nilai signifikansinya 0,000 yang menandakan bahwa korelasi kedua variabel tersebut berhubungan. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan hubungan antara fatherless dengan perkembangan emosional pada anak di TK Negeri Pembina Saruaso Barat.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail