Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Capacity
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH 6C TERHADAP NON PERFORMING FINANCING (NPF) PADA PEMBIAYAAN MURABAHAH BAITUL MAAL WAT TAMWIL (BMT) DI KABUPATEN TANAH DATAR

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK RUDI SATRIA. Z. 2021. NIM: 1902041017, judul tesis “Pengaruh 6C terhadap Non Performing Financing (NPF) pada Pembiayaan Murabahah Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) di Kabupaten Tanah Datar”. Program Pascasarjana Ekonomi Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Pokok permasalah dalam tesis ini adalah Penerapan 6C (Character, Capacity, Capital, Collateral, Condition of Economy dan Contraint) yang sudah maksimal ternyata belum mampu menekan tingkat Non Performing Financing (NPF) atau pembiayaan bermasalah yang dibuktikan dengan masih adanya BMT yang berada di atas standar penetapan peringkat Non Performing Financing (NPF) yang dianggap mempunyai resiko pembiayaan yang tinggi dengan kualitas pembiayaan yang buruk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis seberapa besar pengaruh 6C (Character, Capacity, Capital, Collateral, Condition of Economy dan Contraint) terhadap Non Performing Financing (NPF). Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian lapangan (field research). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif (quantitatif research). Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah nasabah pembiayaan murabahah bermasalah dengan kolektabilitas macet pada PT. LKMS BMT Almabruk Batusangkar dan KJKS BMT Darussalam Simabur di Kabupaten Tanah Datar tahun 2015-2019 dikarnakan berada di atas standar penetapan peringkat Non Performing Financing (NPF). Teknik sampel dalam penelitin ini adalah simple random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner (angket) dengan menggunakan skala Likert. Analisis data dalam penelitian ini adalah uji regresi linier berganda dengan bantuan aplikasi SPSS. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Character, Collateral dan Capital tidak berpengaruh terhadap Non Performing Financing (NPF) artinya terjadinya peningkatan Non Performing Financing (NPF) atau pembiayaan bermasalah pada Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) di Kabupaten Tanah Datar tidak disebabkan oleh Character, Collateral dan Capital nasabah. Sedangkan Capacity, Condition of Economy dan Constrain berpengaruh terhadap Non Performing Financing (NPF) artinya terjadinya peningkatan Non Performing Financing (NPF) atau pembiayaan bermasalah pada Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) di Kabupaten Tanah Datar disebabkan oleh Capacity, Condition of Economy dan Constrain nasabah. Sedangkan 6C (Character,Capacity, Collateral, Capital, Condition of Economi dan Contrain) secara bersama-sama berpengaruh terhadap Non Performing Financing (NPF) artinya peningkatan Non Performing Financing (NPF) atau pembiayaan bermasalah pada Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) di Kabupaten Tanah Datar disebabkan oleh 6C yang tidak berjalan semestinya.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PEMBIAYAAN MURABAHAH MENGGUNAKAN ASPEK 5C DI PT. LKMS BMT AL MABRUK

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Muhammad Ridhwan, NIM. 15301100089. Judul Skripsi “ANALISIS PEMBIAYAAN MURABAHAH DENGAN MENGGUNAKAN ASPEK 5C DI PT. LKMS BMT AL MABRUK”. Jurusan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Pokok permasalahan dalam Skripsi ini adalah jumlah nasabah setiap tahunnya mengalami kenaikan namun masih terjadi pembiayaan murabahah yang macet. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pembiayaan murabahah dengan menggunakan aspek 5C di PT. LKMS BMT Al Mabruk. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian lapangan (field research) yang bersifat Deskriptif Kualitatif, penelitian ini dilaukan di PT. LKMS BMT Al Mabruk Batusangkar yaitu melakukan wawancara langsung dengan direktur PT. LKMS BMT Al Mabruk Batusangkar dan mengumpulkan dokumentasi-dokumentasi yang berkaitan dengan penelitian ini. Penelitian yang penulis lakukan di lapangan dapat disimpulkan bahwa PT. LKMS BMT Al mabruk telah menerapkan prinsip 5C dalam melakukan analisis terhadap calon nasabah pembiayaan murabahah, dimana kesemua aspek 5C dianalisis dari calon nasabah pembiayaan, dan dari kesemua aspek 5C ada beberapa yang sangat ditekankan oleh BMT dalam menganalisisnya yaitu character, capacity dan collateral, karena dari ketiga aspek ini sangat mempengaruhi terhadap pembiayaan yang akan diberikan oleh BMT al Mabruk kepada calon nasabah pembiayaan.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pelaksanaan analisis 5c dalam penyaluran dana pembiayaan murabahah pada BMT Amanah Ummat Taram Payakumbuh

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

WELI WIDIA NINGSIH, NIM 1830401154 dengan judul skripsi “Pelaksanaan Analisis 5C dalam Penyaluran Dana Pembiayaan Murabahah Pada BMT Amanah Umat Taram Payakumbuh”. Jurusan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Mahmud Yunus Batusangkar. Permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini adalah bagaimana pelaksanaan penyaluran dana pembiayaan murabahah pada BMT Amanah Umat Taram Payakumbuh dengan menggunakan analisis 5C yaitu capital, capacity, collateral, dan condition of economy. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penyaluran dana pembiayaan murabahah pada BMT Amanah Umat Taram Payakumbuh. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian lapangan (field research), untuk mendapatkan data-data dari permasalahan yang diteliti. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan secara deskriptif kualitatif, melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan tentang pelaksanaan analisis 5C dalam penyaluran dana pembiayaan murabahah pada BMT Amanah Ummat Taram Payakumbuh adalah: pertama, character dalam menilai karakter seseorang dibutuhkan komunikasi yang baik serta lebih mengedepankan keyakinan yang kuat terhadap calon nasabah, apakah benar nasabah tersebut dapat dipercaya atau tidak. Kedua,Capital Dalam hal ini BMT melihat seberapa besar modal yang dimiliki calon nasabah untuk mendirikan suatu usaha serta melihat perkembangan usaha yang dijalankan, apakah ada kemajuan atau justru mengalami kemunduran. Ketiga, Capacity BMT dalam mengecek kemampuan membayar calon nasabah juga dilihat dari laporan keuangan yang diberikan oleh calon nasabah. Keempat, Collateral calon nasabah yang ingin mengajukan pembiayaan sebesar ≥Rp 1.000.000 maka jaminan yang harus diberikan oleh calon nasabah adalah dalam bentuk BPKB. Sementara itu, untuk calon nasabah yang ingin mengajukan pembiayaan sebesar ≤Rp 1.000.000 maka jaminan yang diberikan oleh calon nasabah dapat berupa alat-alat rumah tangga seperti televisi, mesin cuci, dan kulka. Kelima, condition of economy Dalam hal ini pihak BMT menilai kondisi ekonomi calon nasabah dari perkembangan usaha yang sedang dijalankan, apakah usaha tersebut maju atau ti

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail