Kesiapan Sekolah Dalam Mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Di SMP Negeri 1 Sungai Rumbai
ROMALIA. (2002012043). Judul Tesis “Kesiapan Sekolah dalam Mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Mandiri Berubah Di SMPN 1 Sungai Rumbai Kabupaten Dharmasraya”. Pascasarjana Manajemen Pendidikan Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Permasalahan dalam penelitian ini adalah belum terungkapnya kesiapan sekolah dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka (IKM) Mandiri Berubah di SMPN 1 Sungai Rumbai Kabupaten Dharmasraya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengungkap kesiapan guru dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka mandiri berubah di SMPN 1 Sungai Rumbai; (2) mengungkap kesiapan sarana dan prasarana dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka Mandiri Berubah di SMPN 1 Sungai Rumbai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif jenis studi kasus. Tempat penelitian adalah SMPN 1 Sungai Rumbai Kabupaten Dharmasraya. Waktu penelitian dari bulan Februari sampai bulan Agustus 2023. Subjek dari penelitian ini adalah guru, dan sarana prasarana. Instrumen pada penelitian ini adalah pedoman wawancara dan pedoman dokumentasi. Teknik pengumpulan data adalah wawancara dan studi dokumentasi. Teknik penjamin keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik analisa data yang digunakan adalah: (1) Reduksi data; (2) Penyajian data (3) penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Kesiapan guru dalam mengimplemetasikan kurikulum merdeka mandiri berubah; (a) Kesiapan guru untuk meningkatkan pemahaman terhadap struktur kurikulum merdeka mandiri berubah adalah; mengikuti seminar online, pelatihan bersama sekolah penggerak, lokakarya, belajar kepada rekan sejawat, guru penggerak, dan belajar mandiri di Platfom Merdeka Mengajar (PMM); (b) Kesiapan guru dalam membuat dan menggunakan perangkat/modul ajar dimulai dari guru memiliki Capaian Pembelajaran (CP), menganalisis CP, menentukan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), dan membuat asesmen; (c) Kesiapan guru dalam kegiatan P5 dimulai dari membentuk tim, mengidentifikasi kesiapan sekolah, menentukan dimensi, tema, waktu, dan membuat modul Projek; (d) Kesiapan guru dalam melakukan asesmen awal/asesmen diagnostik dimulai dari pembagian tugas guru, yaitu asesmen diagnostik kognitif akan dilakukan oleh guru mata pelajaran, sedangkan asesmen diagnostik non kognitif oleh guru BK, dan wali kelas; (e) Kesiapan guru dalam melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi dalam bentuk melakukan dan menganalisis asesmen diagnostik; (f) Kesiapan guru dalam kolaborasi pembelajaran aktif di MGMP, dan Komunitas belajar di PMM; (g) Kesiapan guru pada pelibatan orang tua dalam bentuk sosialisasi; (h) Kesiapan guru berinisiatif untuk belajar sacara mandiri dalam bentuk kesadaran yang dimiliki guru untuk mau belajar, dan aktifnya akun belajar.id guru; (2) Kesiapan sarana dan prasarana; tersedianya buku teks untuk setiap mata pelajaran 1 buku/ siswa; tersedianya dua laboratorium komputer yang mampu menampung 2 rombongan belajar yang terkoneksi dengan internet. Dengan demikian kesiapan guru dan sarana prasarana sangat mendukung terhadap implementasi kurikulum merdeka mandiri berubah di SMPN 1 Sungai Rumbai.