Abstrak
Fitri Turyani, NIM. 15 300 100 029, Judul Skripsi: Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Kelas III Di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Pagaruyung Kabupaten Tanah Datar, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar, 2020. Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan bahwa anak berkebutuhan khusus (anak autis dan anak tunagrahita) juga berhak atau berkewajiban untuk mempelajari Pendidikan Agama Islam. Dalam pembelajaran PAI bagi anak berkebutuhan khusus ini seorang guru PAI harus mampu memberikan pembelajaran agama dengan baik dan mudah dipahami oleh anak berkebutuhan khusus yang dapat disesuaikan dengan tingkat kekhususannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan tentang bagaimana perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran PAI bagi anak berkebutuhan khusus (autis dan tunagrahita) kelas III di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Pagaruyung Kabupaten Tanah Datar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini digunakan untuk untuk menggambarkan dan memaparkan dengan kata-kata, foto serta tulisan dari sumber yang telah ditetapkan tentang pelaksanaan pembelajaran PAI bagi anak berkebutuhan khusus kelas III di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Pagaruyung Kabupaten Tanah Datar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam melakukan wawancara, penulis mewawancarai guru PAI yang mengajar di kelas III dan kepala Sekolah SLB (SLB) Negeri 1 Pagaruyung Kabupaten Tanah Datar. Hasil penelitian, menunjukkan bahwa dalam perencanaan pembelajaran PAI bagi anak berkebutuhan khusus kelas III berpedoman pada silabus dan RPP yang sama dengan anak normal. Komponen-komponen Silabus dan RPP yang digunakan guru berpedoman pada Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. Namun untuk tingkat indikatornya lebih di sederhanakan atau diturunkan lagi sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan anak berkebutuhan khusus tersebut. Dalam pelaksanaan pembelajaran guru menjelaskan materi pembelajaran tentang mengenal ibadah sholat pada anak berkebutuhan khusus (autis dan tunagrahita). Dalam proses pembelajaran disesuaikan dengan yang ada di RPP. Dengan menggunakan model pembelajaran adaptif yaitu model yang disesuaikan dengan kondisi anak berkebutuhan khusus, menyampaikan pembelajaran dengan menggunakan starategi CTL dan menggunakan metode drill/latihan, tanya jawab dan penugasan serta menggunakan pendekatan individual. Pembelajaran pada anak berkebutuhan khusus ini menggunakan media papan tulis dan media audiovisual. Kemudian bentuk evaluasi yang dilakukan guru pada anak berkebutuhan khusus ini dengan menggunakan bentuk evaluasi tes tulisan berupa ulangan harian, pemberian tugas dan tes lisan