Lewati ke konten utama
BookOpen AccessTerbit 2020Versi 1

PERAN ORANG TUA DALAM PEMBINAAN IBADAH SHALAT REMAJA USIA 13- 18 TAHUN PADA SUKU BENDANG JORONG TIGA BATUR, NAGARI SUNGAI TARAB, KECAMATAN SUNGAI TARAB, KABUPATEN TANAH DATAR

Koleksi Perpustakaan•IAIN Batusangkar•2 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

RAHMAT ZUL FADLI, NIM 13 101 120, dengan judul skripsi “Peran Orang Tua Dalam Pembinaan Ibadah Shalat Anak Usia Remaja Usia 13-18 Tahun di Suku Bendang, Jorong Tiga Batur, Nagari Sungai Tarab, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar”. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui bentuk-bentuk pembinaan orang tua dalam pembinaan ibadah shalat Remaja Usia 13-18 Tahun di Suku Bendang, Jorong Tiga Batur, Nagari Sungai Tarab, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar. Untuk mengetahui kendala orang tua dalam pembinaan ibadah shalat Remaja Usia 13-18 Tahun di Suku Bendang, Jorong Tiga Batur, Nagari Sungai Tarab, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar. Untuk mengetahui solusi-solusi orang tua dalam pembinaan ibadah shalat Remaja Usia 13-18 Tahun di Suku Bendang, Jorong Tiga Batur, Nagari Sungai Tarab, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar. Jenis penelitian yang penulis lakukan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif, Teknik pengumpulan data adalah: Observasi, Wawancara, Dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, bentuk-bentuk pembinaan orang tua dalam pembinaan ibadah shalat remaja usia 13-18 tahun di Suku Bendang, Jorong Tiga Batur, Nagari Sungai Tarab, Kec Sungai Tarab, Kab Tanah Datar terdiri dari 4 metode yaitu: Bentuk pembinaan orang tua dengan keteladanan yaitu: selalu mengajak anak remajanya untuk shalat berjama‟ah baik dirumah maupun di mesjid. Orang tua mengajak anak remajanya yaitu: dengan disuruh dan di bujuk untuk shalat berjamaah di mesjid. Bentuk pembinaan orang tua dengan latihan yaitu: dengan cara ketika orang mulai azan maka remaja tersebut di ajak untuk shalat dan itu terus dilakukan agar anak remaja tersebut terlatih dan terbiasa. Bentuk pembinaan orang tua dengan nasehat yaitu: memberikan arahan dengan bahasa yang baik dan lemah-lembut serta mengawasi shalat anaknya dengan bertanya apakah sudah melaksanakan shalat atau belum. Bentuk pembinaan orang tua dengan memberi hadiah dan hukuman yaitu: memberikan hadiah berupa pujian, hukuman dimarahi, kurangi uang jajan, di sita hp. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh penelitian dapat di simpulkan bahwa kendala-kendala yang dihadapi oleh orang tua dalam pembinaan ibadah shalat anak remajanya adalah anak remaja saat ini sibuk untuk main handphone ( Hp), Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti dapat disimpulkan bahwa solusi yang dilakukukan oleh orang tua dalam pembinaan ibadah shalat anak remajanya supaya lebih disiplin lagi adalah sebagai orang tua harus memberi teguran kepada anak remajanya agar tidak seenaknya meninggalkan shalat 5 waktu sehari semalam

Kata kunci

Orang Tua, Shalat, Remaja

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1PERAN ORANG TUA DALAM PEMBINAAN IBADAH SHALAT REMAJA USIA 13- 18 TAHUN PADA SUKU BENDANG JORONG TIGA BATUR, NAGARI SUNGAI TARAB, KECAMATAN SUNGAI TARAB, KABUPATEN TANAH DATAR2020 · oai:ais:library-item:106832

Publikasi terkait