Lewati ke konten utama
BookOpen AccessTerbit 2018Versi 1

PROSES PERSALINAN IBU HAMIL OLEH DOKTER LAKI-LAKI DALAM PENDEKATAN MAQASHID SYARIAH

Koleksi Perpustakaan•IAIN Batusangkar•1 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

FAUZANA ADMA NIM : 14 201 020. Judul Skripsi” Proses Persalinan Ibu Hamil oleh Dokter Laki-laki dalam Pendekatan Maqashid Syariah. Jurusan Ahwal Al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar tahun 2018. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah proses persalinan yang dilakukan oleh dokter laki-laki. Tujuan pembahasan ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan bagaimana penanganan persalinan oleh dokter laki-laki. Serta bagaimana analisis maqashid syariah tentang penanganan persalinan oleh dokter laki-laki. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (Library Research) yang berkaitan dengan maqashid syariah. Penelitian terhadap data sekunder, yang bersifat deskriptif analisis dari al-Qur‟an, hadis, buku fiqh, buku ushl fiqh dan buku maqashid syariah. Instrumen penelitian utama adalah penulis sendiri sebagai key instrument. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari sumber yang berkaitan langsung dengan judul yang akan di bahas dan sumber data sekunder yaitu berupa dokumen-dokumen resmi, buku-buku yang berhubungan dengan objek penelitian, skripsi, tesis, jurnal dan lain-lain. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah mengumpulkan sejumlah teks yang berisi tinjauan maqashid syariah serta buku-buku tematis lainnya. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif analisis, yaitu menelaah data yang diperoleh, mengklasifikasikan data dan menyusun berdasarkan kategori serta menarik kesimpulan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa persalinan yang dilakukan oleh dokter laki-laki terbagi kepada tiga yaitu persalinan normal, persalinan caesar elektif dan persalinan caesar darurat. Tinjauan maqashid syariah terhadap proses persalinan yang di tangani oleh dokter laki-laki adalah dharuriyyat artinya apabila tidak terpenuhi maka akan mengancam jiwa seseorang. Namun tidak semua kondisi dapat membolehkan persalinan tersebut. Persalinan terbagi kepada tiga tingkatan yaitu: persalinan normal berada pada tingkat tahsini yang mengharamkan persalinan oleh dokter laki-laki. Persalinan caesar elektif terbagi dua yaitu : persalinan caesar elektif unsur masalah yaitu persalinan yang memiliki kekhawatiran oleh dokter akan terjadinya sesuatu yang membahayakan jiwa seseorang. Kondisi ini termasuk kepada tingkat hajji karena jika tidak dilakukan operasi maka akan mengancam hidupnya. Persalinan caesar elektif unsur kemauan adalah persalinan yang dilakukan sesuai keinginan pasien tanpa adanya kondisi yang membahayakan. Hal ini penulis masukkan pada tingkat tahsini karena tidak mengancam jiwa dan tidak mempersulit. Hal ini jelas melanggar aturan Islam. Persalinan caesar darurat berada pada tingkat dharuri karena kondisi yang mengancam jiwa. Kondisi yang mutlak harus ada pada diri manusia untuk menjaga kehidupannya terkhusus kepada pemeliharaan jiwa. Apabila tidak dilakukan maka pasien / bayi akan kehilangan nyawa. Serta dalam Islam kita memiliki kewajiban untuk memenuhi dharuri yang lima. Salah satu diantaranya adalah memelihara jiwa. Dalam metode istinbat hukum hal ini juga termasuk kepada maslahah mursalah yang berarti sesuatu yang dianggap baik dengan mengambil manfaat dan menolak mudharat. Dengan kaidah addharurayuzallu (kemudharatan itu harus dihilangkan) dan almasqatu tajlibutaisir (kesulitan mendatangkan kemudahan).

Kata kunci

fikih

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1PROSES PERSALINAN IBU HAMIL OLEH DOKTER LAKI-LAKI DALAM PENDEKATAN MAQASHID SYARIAH2018 · oai:ais:library-item:103697

Publikasi terkait