Abstrak
ABSTRAK Rila Renita Susanti, NIM 2230306071, judul skripsi: “Proses Penerimaan Diri Orang Tua yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus di SLB Autiscare Batusangkar”. Program Studi Psikologi Islam, Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, UIN Mahmud Yunus Batusangkar, 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beratnya beban psikologis yang dialami orang tua saat pertama kali mengetahui anaknya didiagnosis sebagai anak berkebutuhan khusus (ABK), yang ditunjukkan melalui berbagai reaksi emosional seperti sedih, kecewa, marah, dan kesulitan menerima kondisi anak. Perbedaan pengalaman dan cara orang tua dalam memaknai kondisi anak menunjukkan bahwa proses penerimaani setiap orang tua berlangsung secara berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penerimaan orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus di SLB Autiscare Batusangkar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Subjek penelitian terdiri atas tiga orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus sebagai subjek utama, yang dipilih melalui purposive sampling, serta enam subjek sekunder yang terdiri dari guru dan anggota keluarga. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penerimaan orang tua berlangsung melalui tiga tahapan, yaitu self-rejection, self-understanding, dan self-acceptance. Pada tahap self-rejection, orang tua menunjukkan reaksi berupa tidak percaya terhadap diagnosis, sedih, kecewa, marah, serta kesulitan menerima kondisi anak. Pada tahap self-understanding, orang tua mulai memahami kondisi anak, mencari berbagai alternatif penanganan seperti terapi dan second opinion medis, serta menerima dukungan dari keluarga dan lingkungan, meskipun masih diiringi beban psikologis. Pada tahap self-acceptance, orang tua mampu menerima kondisi anak secara realistis, menyesuaikan harapan terhadap perkembangan anak, serta menjalankan peran pengasuhan dengan lebih positif melalui strategi atau sumber penguatan yang bersifat praktis, spiritual, maupun relasional-spiritual. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penerimaan diri merupakan proses yang dinamis dan dipengaruhi oleh pengalaman pribadi, dukungan sosial, serta kemampuan orang tua dalam memaknai kondisi anak.