Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2026Versi 1

DAMPAK PENGGUNAAN BAHASA ISYARAT DALAM INTERAKSI SOSIAL ANAK TUNARUNGU DI SLB N 1 KUBUNG KABUPATEN SOLOK

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Psikologi Islam•2 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

ABSTRAK Yolanda Putri. NIM 1930306060. Dampak Penggunaan Bahasa Isyarat dalam Interaksi Sosial pada Anak Tunarungu di SLB Negeri 1 Kubung Kabupaten Solok. Program Studi Psikologi Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya bahasa isyarat sebagai media komunikasi utama bagi anak tunarungu dalam membangun interaksi sosial di lingkungan sekolah. Keterbatasan pendengaran menyebabkan anak tunarungu mengalami hambatan dalam berkomunikasi secara verbal sehingga bahasa isyarat menjadi sarana yang penting dalam membantu mereka menyampaikan pikiran, perasaan, pendapat, serta kebutuhan kepada guru maupun teman. Penggunaan bahasa isyarat tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga berperan dalam membentuk hubungan sosial, meningkatkan kepercayaan diri, serta mendukung proses pembelajaran anak tunarungu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak psikologis penggunaan bahasa isyarat terhadap interaksi sosial anak tunarungu dengan guru dan teman non-tunarungu, dampak sosial penggunaan bahasa isyarat bagi anak tunarungu dalam lingkungan sekolah, serta dampak pendidikan penggunaan bahasa isyarat terhadap proses belajar anak tunarungu di SLB Negeri 1 Kubung Kabupaten Solok. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian terdiri dari Kepala Sekolah dan Guru Kelas SLB Negeri 1 Kubung Kabupaten Solok. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa isyarat memberikan dampak positif terhadap interaksi sosial anak tunarungu. Dari aspek psikologis, bahasa isyarat meningkatkan rasa percaya diri, keberanian, kenyamanan, serta kemampuan anak dalam mengekspresikan perasaan dan pendapat sehingga interaksi dengan guru maupun teman menjadi lebih baik. Dari aspek sosial, bahasa isyarat membantu anak tunarungu menjalin hubungan sosial, meningkatkan kerja sama, memperluas partisipasi dalam kegiatan sekolah, serta mendukung kemampuan beradaptasi dengan lingkungan. Dari aspek pendidikan, bahasa isyarat membantu guru menyampaikan materi pembelajaran secara lebih efektif, meningkatkan pemahaman peserta didik, mendorong keaktifan belajar, serta menciptakan proses pembelajaran yang lebih inklusif sesuai dengan karakteristik anak tunarungu. Meskipun masih terdapat hambatan komunikasi dengan individu yang belum memahami bahasa isyarat, dukungan guru dan lingkungan sekolah mampu membantu anak tunarungu mengatasi hambatan tersebut sehingga perkembangan psikologis, sosial, dan pendidikan mereka dapat berlangsung secara optimal.

Kata kunci

Bahasa Isyarat, Anak Tunarungu, Psikologi.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1DAMPAK PENGGUNAAN BAHASA ISYARAT DALAM INTERAKSI SOSIAL ANAK TUNARUNGU DI SLB N 1 KUBUNG KABUPATEN SOLOK2026 · oai:ais:skripsi:13606