Abstrak
RIFKA FEBRINA, NIM 242012041. Judul Tesis: “Manajemen Program Islamic Boarding School (IBS) Dalam Pembentukan Karakter Islami Siswa di SMPN 5 Sawahlunto”. Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Program IBS merupakan program dengan sistem asrama yang dapat membentuk siswa memiliki karakter islami. Pendidikan dalam membentuk karakter islami merupakan salah satu tujuan yang urgen pada pembelajaran saat ini berdasarkan banyaknya kasus krisis sosial atau perilaku yang tidak baik di kalangan siswa. Adapun masalah dalam penelitian ini berfokus pada manajemen program IBS berdasarkan fungsi-fungsi manajemen. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis manajemen Program IBS dalam pembentukan karakter islami siswa di SMPN 5 Sawahlunto, yang meliputi aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dekskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, pembina atau pembimbing asrama, siswa Program IBS serta orangtua siswa IBS. Teknik analisis data dilakukan melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan uji keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program IBS di SMPN 5 Sawahlunto berkontribusi positif dalam pembentukan karakter Islami siswa, namun secara manajerial program ini belum didukung oleh sistem yang terdokumentasi. Pada tahap perencanaan, dilakukan penetapan sasaran, kegiatan, pembiayaan dan sarana dan prasarana, namun belum tersedia kebijakan tertulis dan indikator keberhasilan program. Tahap pengorganisasian meliputi sistem pengelolaan asrama, struktur IBS, dan pola koordinasi internal, namun belum didukung oleh struktur organisasi tertulis dan kejelasan wewenang secara administratif. Pelaksanaan program dilakukan dengan adanya kegiatan sesuai jadwal dan metode pembelajaran, namun sangat bergantung pada kompetensi dan pengalaman pembina asrama sehingga berpotensi menimbulkan risiko keberlanjutan program. Pengawasan program dilakukan melalui rapat pertemuan, pengamatan perilaku dan kedisiplinan ibadah siswa, namun belum tersedia standar evaluasi, sistem pelaporan formal, jadwal monitoring rutin, serta instrumen penilaian baku sehingga evaluasi program cenderung bersifat insidental dan kualitatif praktis. Penelitian ini dapat menambah keilmuan terkait manajemen program IBS dan memberikan acuan dalam penelitian berikutnya terkait manajemen program IBS di sekolah negeri.