Abstrak
Masjid merupakan pusat pembinaan umat yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan dan dakwah. Namun dalam praktiknya, pengelolaan kegiatan masjid di banyak tempat masih didominasi oleh kalangan orang tua, sementara remaja belum diberi ruang sebagai subjek pengelola dakwah. Kondisi ini berdampak pada lemahnya partisipasi dan regenerasi kepengurusan masjid. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen Remaja Islam Masjid Al-Muhajirin dalam mengimarahkan dakwah, dengan menempatkan remaja sebagai aktor utama pengelolaan kegiatan masjid. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pengurus RISMA, pengurus masjid, dan jamaah. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen RISMA Al-Muhajirin menerapkan prinsip manajemen organisasi dengan nilai-nilai dakwah Islam. Fungsi perencanaan dilakukan berdasarkan visi-misi serta kebutuhan remaja dan jamaah. Pengorganisasian dilakukan melalui struktur yang jelas dan pembagian tugas sesuai minat dan kemampuan anggota, dan adanya sekat umur yang egaliter antara remaja dan pengurus masjid. Penggerakan dilaksanakan melalui pendekatan persuasif, keteladanan, serta program kreatif yang relevan dengan dunia remaja. Pengawasan dan evaluasi dilakukan secara partisipatif melalui musyawarah sebelum dan sesudah kegiatan. Penerapan manajemen ini terbukti mampu meningkatkan keterlibatan remaja, memperkuat rasa memiliki terhadap masjid, serta memakmurkan masjid secara berkelanjutan. Temuan ini menbuat, model manajemen RISMA Al-Muhajirin berpotensi direplikasi oleh masjid lain sebagai strategi penguatan peran generasi muda dalam revitalisasi fungsi masjid. Kata Kunci: Manajemen Organisasi Dakwah, Remaja Masjid, Imarah Masjid, Dakwah Islam.