Abstrak
Pembelajaran fisika, khususnya materi kinematika di kelas XI SMA/MA, membutuhkan yang namanya keterampilan praktis di mana terdapat 7 parameter yang harus dimiliki peserta didik di dalamnya. Namun, pembelajaran fisika di SMA khususnya SMA Negeri 1 Rambatan seringkali terkendala oleh keterbatasan fasilitas laboratorium dan ketergantungan pada metode ceramah yang kurang melibatkan eksperimen langsung, sehingga peserta didik kesulitan memvisualisasikan konsep abstrak. Selain itu, peserta didik juga kurang terampil dalam 7 aspek yang menjadi landasan keterampilan praktis. Untuk mengatasi hal ini, penelitian ini mengembangkan modul praktikum kinematika menggunakan Physics Toolbox yang memanfaatkan sensor smartphone sebagai alternatif alat praktikum. Aplikasi ini dipilih karena memiliki banyak variasi sensor seperti akselerometer, giroskop, busur derajat, penggunaan sensor ganda, dan lain-lain yang dapat digunakan untuk kegiatan praktikum. Modul ini dirancang untuk panduan praktikum bagi peserta didik, meningkatkan pemahaman konseptual sekaligus melatih keterampilan praktis peserta didik secara mandiri. Pengembangan modul mengikuti model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) dengan pendekatan sistematis, di mana tahap penelitian dilakukan sampai pada yahap implementation. Tahap analisis mencakup identifikasi kebutuhan pembelajaran, karakteristik peserta didik, dan ketersediaan sumber belajar. Selanjutnya, modul dirancang dengan menyusun storyboard, alur kegiatan praktikum, dan desain visual yang menarik menggunakan Canva. Pada tahap desain ditampilkan juga barcode untuk penunjang kegiatan pre-lab, kemudian juga dipaparkan unsur keterampilan praktis yang dapat dicapai melalui kegiatan tersebut. Selanjutnya, tahap develop dilakukan validasi oleh ahli di bidangnya, setelah melalui proses validasi oleh ahli materi dan media, kemudian pada tahap implementation modul diuji cobakan secara terbatas kepada peserta didik dan pendidik untuk menilai tingkat kepraktisannya dalam pembelajaran. Hasil validasi menunjukkan modul memenuhi kriteria kelayakan dengan persentase 97% dari ahli materi dan 96% dari ahli media dengan kategori sangat valid untuk keduanya, sementara uji kepraktisan memperoleh skor 88% dari peserta didik dan 97% dari pendidik dengan kategori sangat praktis untuk keduanya. Modul dinilai efektif dalam memandu eksperimen menggunakan sensor smartphone, meningkatkan keterlibatan peserta didik, serta memudahkan pendidik dalam pelaksanaan praktikum, berdasarkan penelitian di SMA Negeri 1 Rambatan yang telah dilakukan modul praktikum kinematika menggunakan physics toolbox di kelas XI SMA/MA sangat valid dan sangat praktis. Dengan demikian, peneliti berhasil mengembangkan modul praktikum praktikum kinematika menggunakan physics toolbox di kelas XI SMA/MA.