Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2025Versi 1

Analisis Ayat tentang Larangan Mencela, Merendahkan dan Mengolok-olok dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim serta Relevansinya dengan Fenomena Perundungan di Masyarakat

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Ilmu Alqur'an Dan Tafsir•4 dilihat · 2 unduhan

Abstrak

Nurlaila Rahmi, NIM 2030301033 (2020). Judul Skripsi: “Analisis Ayat tentang Mencela, Merendahkan, dan Mengolok-olok dalam Tafsir Al-Qur`an Al-„Azhim serta Relevansinya dengan Fenomena Perundungan Di Masyarakat”. Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini mengkaji penafsiran Ibnu Katsir terhadap ayat-ayat tentang larangan mencela, merendahkan, dan mengolok-olok dalam kitab tafsir Al-Qur`an Al-„Azhim. Tujuan pembahasan ini untuk mengetahui penafsiran ayat-ayat tentang larangan mencela, merendahkan, dan mengolok-olok dalam Al-Qur`an menurut Ibnu Katsir, untuk mengetahui bagaimana relevansi pemikiran Ibnu Katsir terkait larangan mencela, merendahkan dan mengolok-olok dengan fenomena perundungan di masyarakat modern, serta untuk mengetahui upaya pencegahan perundungan menurut Ibnu Katsir. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research). Metode pengumpulan data yang penulis gunakan adalah metode tematik atau maudhu‟i. Adapun sumber data primer dalam penelitian ini adalah ayat-ayat Al- Qur`an tentang perundungan yang dikaji dalam kitab tafsir Al-Qur`an Al-„Azhim sedangkan sumber data sekundernya adalah buku-buku, artikel, jurnal dan riset terkait perundungan dalam Al-Qur`an dan tafsir Ibnu Katsir. Hasil penelitian ini adalah pertama, penafsiran Ibnu Katsir terhadap ayat- ayat tentang mencela, merendahkan, dan mengolok-olok, dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Al-Qur`an secara tegas melarang segala bentuk perilaku tersebut karena berpotensi merusak kehormatan manusia serta menimbulkan perpecahan dan permusuhan di tengah masyarakat. Secara kontekstual, ayat-ayat seperti dalam QS. Al-Hujurat [49]: 11, QS. At-Taubah [9]: 79, QS. Hud [11]: 38, QS. At-Taubah [9]: 58, QS. Al-Humazah [104]: 1, dan QS. Al-Qalam [68]: 11. Kedua, relevansi pemikiran Ibnu Katsir tentang larangan mencela, merendahkan, dan mengolok-olok dengan fenomena perundungan di masyarakat modern, dapat disimpulkan bahwa di era modern perundungan tidak hanya terjadi secara langsung tetapi juga melalui media sosial dan dunia digital (cyberbullying). Prinsip-prinsip yang dibawa oleh Ibnu Katsir, seperti pentingnya menjaga lisan, bersikap sabar terhadap ejekan, dan membalas keburukan dengan kebaikan, menjadi nilai-nilai yang penting dalam membangun karakter masyarakat yang santun dan beradab. Ketiga, upaya pencegahan perundungan menurut Ibnu Katsir dapat diwujudkan melalui penanaman akhlak mulia, penguatan karakter, pendidikan Islam, dan pembiasaan komunikasi santun di lingkungan keluarga dan sekolah.

Kata kunci

Kata Kunci: Perundungan, Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qur`an al-„Azhim, Pencegahan Perundungan, Mencela.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Analisis Ayat tentang Larangan Mencela, Merendahkan dan Mengolok-olok dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim serta Relevansinya dengan Fenomena Perundungan di Masyarakat2025 · oai:ais:skripsi:10928