Abstrak
Di era digital, media massa memiliki peran strategis dalam membentuk opini publik, terutama dalam pemberitaan politik. Penelitian ini menganalisis bagaiamana pembingkaian framing yang dilakukan oleh Kompas.com dalam pemberitaan terkait keberpihakan Presiden Jokowi terhadap pasangan calon presiden nomor urut 02 pada Pemilu 2024. Dengan menggunakan model analisis framing Robert N. Entman, penelitian ini menelaah bagaimana media mendefinisikan isu, mengidentifikasi penyebab, memberikan penilaian moral, dan menawarkan rekomendasi penyelesaian dalam pemberitaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivisme dan metode analisis teks. Data dikumpulkan dari berita yang diterbitkan Kompas.com pada periode Januari-Februari 2024, dengan empat berita utama dipilih berdasarkan kelengkapan elemen framing dan juga untuk mewakilkan berita lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompas.com dalam tiga berita yang di analisis menunjukkan tetap menjaga prinsip keberimbangan berita dalam pemberitaannya mengenai isu keberpihakan Jokowi dan satu di antaranya kompas.com menyoroti kritkan dari media asing terhadap isu keberpihakan tersebut. Pemberitaan yang dianalisis menunjukkan bahwa Kompas.com lebih berfokus pada fakta peristiwa dan reaksi publik, bukan pada dukungan atau penolakan terhadap pihak tertentu. Peneliti menemukan bahwa secara keseluruhan, Kompas.com berupaya menampilkan pemberitaan yang berimbang. Hal ini sejalan dengan kaidah jurnalistik sebagaimana diatur dalam Kode Etik Jurnalistik Pasal 1 dalam UU Pers, yang menyatakan bahwa “Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk”. Dengan demikian, hasil penelitian ini memperkuat bahwa framing media tidak selalu digunakan untuk menciptakan keberpihakan, tetapi juga dapat menjadi strategi untuk menjaga keberimbangan dan kredibilitas media.