Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2024Versi 1

Penyelesaian Konflik Rumah Tangga Pasangan Tidak Malakok (Studi Terhadap Peran Mamak di Nagari Bungo Tanjuang)

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Hukum Keluarga (Ahwal Al Syakhshiyyah)•2 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah menjelaskan tentang penyelesaian konflik rumah tangga terhadap pasangan tidak malakok serta peran mamak dalam menyelesaikan konflik tersebut. Terdapat konflik pada pasangan yang tidak melakukan tradisi malakok, tidak adanya hasil damai yang dilakukan oleh mamak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan proses penyelesaian konflik dan dampak dari penyelesaian konflik rumah tangga pasangan tidak malakok di Nagari Bungo Tanjuang. Jenis penelitian adalah penelitian yuridis sosiologis, dengan memakai metode kualitatif. Adapun sumber data penelitian ini adalah pasangan berkonflik yang menikah tanpa melaksanakan tradisi malakok, orang tua, mamak, alim ulama di Nagari Bungo Tanjuang Kec.Batipuh. Teknik pengumpulan data adalah dengan cara wawancara dan dokumentasi. Teknik pengolahan data dengan cara mengumpulkan data, mengolah data, dan menyajikan data. Teknik analisis data dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Teknik Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa mamak di Nagari Bungo Tanjuang memiliki peran yang sangat penting dalam menyelesaikan konflik rumah tangga bagi pasangan tidak malakok yang mana hanya dilakukan oleh satu orang mamak, hal ini dapat dilihat dari mamak yang membedakan antara pasangan yang malakok dengan yang tidak malakok, ada beberapa jenis konflik yang dialami oleh pasangan yang tidak malakok yaitu: berupa faktor ekonomi, faktor perbedaan pendapat, faktor tidak saling menghargai, faktor campur tangan mertua, dan kekerasan dalam rumah tangga. Adapun hasil mamak dalam penyelesaian adalah tidak adanya kepuasan dari pasangan yang berkonflik, tidak ada hasil damai seperti yang diharapkan dan semakin memperburuk hubungan sehingga terjadi perpisahan baik pisah rumah maupun cerai bawah tangan dan akan berdampak terhadap kewajiban antara suami istri maupun anak. Ayat al-quran An-Nisa ayat 35 menjelaskan bahwa adanya uapaya damai namun tidak ada dilakukan oleh mamak di Nagari Bungo Tanjuang, dalam hal ini mamak meminta para pasangan untuk bercerai sedangkan UU perkawinan mengatur adanya asas mempersulit perceraian, yang terjadi di Nagari Bungo Tanjuang penyelesaian konflik tersebut tidak memberikan solusi yang baik sehingga tidak terjamin ketahanan rumah tangga. Kata Kunci: Peran Mamak, konflik Rumah Tangga, tidak Malakok

Kata kunci

Peran mamak, konflik rumah tangga, tidak malakok

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Penyelesaian Konflik Rumah Tangga Pasangan Tidak Malakok (Studi Terhadap Peran Mamak di Nagari Bungo Tanjuang)2024 · oai:ais:skripsi:9624