Abstrak
Rahma Lissa, NIM. 2030101145, judul skripsi : “Implementasi Model Inquiri Based Learning oleh Guru dalam Pembelajaran Al quran Hadis pada Kurikulum Merdeka Kelas VII di MTsN 8 Agam”, Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar 2024. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah pembelajaran Al Quran hadis merupakan pembelajaran yang penting dimadrasah karena dapat membentuk kehidupan siswa yang bermakna dan beragama. MtsN 8 Agam telah menerapkan menerapkan kurikulum merdeka yaitu pada kelas VII. kurikulum merdeka bertujuan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang menyenangkan bagi siswa dan guru. Dalam menerapkan kurikulum merdeka guru Al Quran Hadis menggunakan model Inquri Based Learning. Namun dalam pelaksanaannya masih belum maksimal masih ada dari langkah langkah model ini belum terlaksana. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan dan pelaksanaan model Inquiri Based Learning pada pembelajaran al quran hadis kelas VII di MTsN 8 Agam. Jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah penelitian kualitatif menggunakan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data penelitian ini adalah guru Al Quran Hadis, Wakil Kurikulum dan empat peserta didik kelas VII di MTsN 8 Agam. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, pemaparan data (display data) dan penarikan kesimpulan. Teknik penjamin keabsahan data yang digunakan adalah teknik triangulasi dan melakukan pengamatan yang tekun. Berdasarkan penelitian yang dilakukan ditemukan bahwa dalam Implementasi model Inquiri based Learning pada pembelajaran Al Quran Hadis pada kurikulum merdeka kelas VII di MTsN 8 Agam pada tahapan perencanaan yaitu guru merancang sebuah modul ajar. Namun dalam merancang modul ajar tersebut tidak dirancang sendiri oleh guru Al Quran Hadis tapi guru mencontoh dari modul ajar yang dibuat oleh guru lain. Kendala yang dihadapi guru dalam membuat modul adalah guru masih belum paham betul terkait cara membuat modul ajar, untuk mengatasi kendala tersebut sekolah ada mengadakan pelatuhan, workshop dan diklat mengenai implementasi kurikulum merdeka. Pada tahapan pelaksanaan ditemukan bahwa dalam menerapkan langkah langkah belum maksimal masih ada dari langkah langkah model ini belum terlaksana seperti kegiatan orientasi, merumuskan masalah, mengumpulkan data dan menguji hipotesis. Kendala yang dialami guru yaitu dalam pelaksanaanya masih kurang belum sesui dengan konsep model Inquiri Based Learning yang seharusnya karena guru belum memahami betul tentang model ini, untuk mengatasi kendala ini guru harus lebih belajar banyak tentang model ini agar pelaksanaannya nanti lebih efektif.