Abstrak
FEBRIYANTO JAMBA, NIM 2030404048, judul skripsi “Analisis Rantai Pasokan (Supply Chain) Daging Sapi Di Kota Solok”. Program Studi Manajemen Bisnis Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Permasalahan dalam penelitian ini adalah adanya peraturan dari pemerintah membuat terjadinya pemotongan liar semakin luas, adanya perbedaan harga daging sapi yang mengalami fluktuatif. Perbedaan Harga daging sapi yang fluktuatif ini diakibatkan oleh pengaturan sistem rantai pasokan yang kurang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui dan mendeskripsikan pola rantai pasokan daging sapi di Kota Solok (2) Mengetahui dan mendeskripsikan aliran produk, aliran keuangan dan aliran informasi daging sapi di Kota Solok, (3) Mengetahui dan mendeskripsikan kendala yang dihadapi oleh Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dalam Rantai Pasokan daging sapi di Kota Solok. Jenis penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan metode kualitatif. sumber data berasal dari data primer dan sekunder. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu melalui wawancara dan dokumentasi, hasil analisa diuji menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menjelaskan bahwa : (1) Pola Aliran Rantai Pasok Daging Sapi di Kota Solok terdapat dua pola aliran rantai pasokan, yaitu pertama, pedagang besar sebagai produsen pasokan daging sapi di Kota Solok yang melibatkan Rumah Potong Hewan (RPH) dalam memotong dan mendistribusikan daging sapi. Kedua, pedagang besar sebagai produsen dalam pasokan daging sapi di Kota Solok dalam mendistribusikan ataupun memotong sapi tanpa melibatkan Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Solok. (2) Terdapat tiga aliran dalam Rantai Pasokan daging sapi Di Kota Solok yaitu aliran produk, aliran keuangan dan aliran informasi yang berjalan dengan optimal. (3) Terdapat dua kendala yang dihadapi oleh Rumah Pemotongan Hewan dalam Rantai Pasokan daging sapi di Kota Solok. Pertama, aspek regulasi dimana penurunan jumlah pemotongan sapi yang di akibatkan oleh peraturan pemerintah dan banyak terjadinya pemotongan liar. Kedua, aspek operasional dimana bembiayaan sewa kandang sapi tidak sebanding dengan yang digunakan oleh pedagang besar di Rumah Potong Hewan kota Solok.