Abstrak
Latar belakang dalam penelitian ini adalah terdapat 2 anak usia 18 bulan yang mengalami gizi buruk beresiko stunting, yaitu memiliki tinggi dibawah 78-85 cm dan berat badan dibawah 10-12 kg. Tinggi dan berat tersebut tidak sesuai dengan pertumbuhan balita pada umumnya sehingga berpotensi mengalami stunting meskipun telah ada pemantauan dari posyandu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab stunting pada anak usia dini di Jorong Pabalutan Kecamatan Rambatan. Jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian yaitu 2 orang kader posyandu sebagai sumber data primer dan 2 orang tua sebagai data sekunder. Dalam penelitian ini yang menjadi media utama adalah peneliti sendiri. Sedangkan instrumen pendukung yang menunjang kelengkapan penelitian seperti buku catatan, kamera dan video. Teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah wawancara dan catatan lapangan. Teknik penjamin keabsahan data yang ada dan melakukan konsultasi sumber yang mendalam dari hasil wawancara. Hasil penelitian dan pembahasan menyimpulkan bahwa analisis penyebab stunting pada anak usia dini adalah kurangnya asupan gizi dan nutrisi yang cukup untuk ibu setelah melahirkan, kurangnya konsultasi ke bidan atau ke dokter dan memperhatikan nutrisi yang diberikan kepada anak, kurangnya Ibu memperhatikan makanan dan nutrisi yang di makan mengandung asam, folat, vitamin D, kalsium, protein, dan zat besi, serta rendahnya penghasilan keluarga untuk memenuhi asupan gizi ibu dan anak. Penyebab terjadinya stunting di Pabalutan ada 2 faktor, yaitu kurangnya asupan gizi dan nutrisi yang cukup untuk ibu sehingga menyebabkan kondisi kesehatan ibu selama kehamilan dapat memengaruhi pertumbuhan janin dan rendahnya penghasilan keluarga untuk memenuhi asupan gizi ibu dan anak dan akses kesehatan menjadi terbatas.