Abstrak
Nurul Delfira Febriani. NIM 2030301034 (2020). Judul Skripsi: “Tafsir Homoseksual menurut Thanthawi Jauhari dalam Kitab al-Jawahir fi Tafsir Al-Qur’an al-Karim”. Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan dalam SKRIPSI ini adalah sebagai mufassir ‘ilmi bagaimana penafsiran ayat-ayat tentang Homoseksual oleh Thanthawi Jauhari dalam Kitab al-Jawahir fi Tafsir Al-Qur’an al-Karim. Tujuan pembahasan ini untuk mengetahui penafsiran ayat-ayat tentang homoseksual dalam Al-Qur’an menurut Thanthawi Jauhari sebagai penulis tafsir ‘ilmi dan bagaimana relevansi pemikiran Thanthawi Jauhari tersebut terkait fenomena homoseksual yang terjadi saat ini. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian kepustakaan (library research). Metode analisis yang digunakan adalah metode tafsir tematik melalui kata kunci الفَاحِشَة. Sedangkan untuk menganalisa penafsiran ayat-ayat homoseksual oleh Thanthawi Jauhari digunakan metode tafsir maudu’i berbasis tokoh, melalui content analysis, pendekatan ilmu tafsir, dan hermeneutik. Sumber data primer dalam penelitian ini, yaitu QS. al-A’raf [7]: 80-81, QS. an-Naml [27]: 54-55, QS. al-‘Ankabut [29]: 28-29, yang dikaji pada kitab tafsir Thanthawi Jauhari. Sumber data sekunder dalam penelitian ini berupa buku-buku, jurnal-jurnal, dan artikel yang berkaitan dengan homoseksual dan tafsir Jauhari. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa sebagai mufassir ‘ilmi, Thanthawi Jauhari menafsirkan ayat-ayat tentang homoseksual menggunakan pendekatan ilmiah dan lafaz yang menurutnya berkaitan dengan saintifik, ia jelaskan untuk membuktikan bahwasannya Al-Qur’an sejalan dengan pertumbuhan saintifik tersebut, dengan rincian sebagai berikut: 1) Thanthawi Jauhari dalam kitabnya menjelaskan makna dari kata الفَاحِشَة yang terdapat dalam QS. al-A’raf [7]: 80, QS. an-Naml [27]: 54, QS. al-‘Ankabut [29]: 28 secara tekstual berarti perbuatan keji dan secara kontekstual (pemaknaan dari ayat QS. al-A’raf [7]: 81, QS. an-Naml [27]: 55, QS. al-‘Ankabut [29]: 29) berarti homoseksual. Ia menjelaskan bahwa kaum sodom telah mengabaikan hikmah penciptaan manusia secara berpasang-pasangan dan memutuskan jalan keturunan dengan melakukan penyimpangan seksual berupa berhubungan intim sesama jenis yang mengakibatkan tidak akan terjadi proses pembuahan. 2) Pemikiran ilmiah Thanthawi Jauhari sangat relevan dengan fenomena homoseksual saat ini. Menurut sains, apabila sel sperma bertemu dengan sel telur, maka akan terjadinya proses pembuahan. Secara psikologis, perilaku penyimpangan seksual akan mengakibatkan pelakunya mengalami penurunan kemampuan daya pikir.