Abstrak
ABSTRAK HAYUTI SUKMA JELITA. NIM. 1930301017 (2023). Judul Skripsi: "HOMOSEKSUAL. DALAM AL-QURAN (Studi Komparatif Penafsiran Wahbah Az-Zuhaili dan Penafsiran Mahmud Yunus)". Program Studi tima Al-Quran dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Pada zaman sekarang sudah banyak manusia akhlaknya yang sudah menyimpang dari ketentuan-ketentuan syari at Islam, khususnya dikalangan remaja fenomena homoseksual menjadi topik yang sangat kontroversial, bukan di sisi akademis tetapi juga di dalam realitas kehidupan. Oleh karena itu, penulis tertarik meneliti lebih dalam mengenai ayat tentang homoseksual dengan penafsiran mengkomparasikan pandangan dari dua tokoh mufassir, penulis mengambil penafsiran tokoh Wabbah Az-Zuhaili dan penafsiran tokoh Mahmud Yunus Tujuan penelitian, adapun tujuan dalam penelitian ini, adalah: (1) Untuk mengetahui homoseksual dalam Al-Qur'an, (2) Untuk mengidentifikasi penafsiran Wahbah Az-Zuhaili dan Mahmud Yunus tentang homoseksual, (3) Untuk mengetahui persamaan dan perbedaan penafsiran Wahbah Az-Zuhaili dan Mahmud Yunus tentang homoseksual. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kepustakaan library research) dengan metode analisis tafsir tematik atau maudhui dan metode perbandingan atau muqarran. Dengan menganalisis penafsiran dua tokoh yang berkaitan dengan homoseksual dengan menggunakan metode komparatif. Hasil penelitian ini menyimpulkan pertama, hukum melakukan homoseksual adalah haram. Kedua, homoseksual adalah kelainan terhadap orientasi seksual yang ditandai dengan timbulnya rasa saling menyukai sterhadap sesama jenis atau identitas gender yang sama. Ketiga sumber, metode dan corak yang digunakan oleh Wahbah Az-Zuhaili adalah Bil ma tsur dan Bir Ra's, coraknya lughawi dan fiqih. Sedangkan Mahmud Yunus menggunakan metode Bil ma tsur dan mali, coraknya Al-Adabi litimas. Adapun cara mengatasi homoseksual adalah kembali ke jalan yang benar dan mengikuti petunjuk- petunjuk Al-Qur'an dan hadis serta berdo'a dan bertaubat kepada Allah senantiasa berada dijalan kebenaran, menyadari bahwa perbuatan homoseksual adalah salah satu perilaku tidak terpuji yang menyebabkan pelakunya berdosa besar, maka hendaklah dia bertaubat kepada Allah dan berjanji untuk tidak mengulanginya kembali.