Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2024Versi 1

TINJAUN HUKUM ISLAM TERHADAP PENETAPAN SANKSI ADAT BAGI BAPAK YANG MENGGAULI ANAK KANDUNGNYA SENDIRI ( STUDI KASUS DI NAGARI PEMATANG PANJANG KECAMATAN SIJUNJUNG KABUPATEN SIJUNJUNG)

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Hukum Keluarga (Ahwal Al Syakhshiyyah)•3 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Hidayatul Ilham. NIM 1930201023. Judul Skripsi: “Tinjaun Hukum Islam Terhadap Penetapan Sanksi Adat Bagi Bapak Yang Menggauli Anak Kandungnya Sendiri (Studi Kasus Di Nagari Pematang Panjang Kecamatan Sijunjung Kabupaten Sijunjung)”. Program Studi Ahwal Al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap sanksi adat yang dijatuhkan kepada bapak yang menggauli anaknya sendiri. Hal yang di eksplorasikan adalah: 1) bagaimana penerapan sanksi adat terhadap bapak yang menggauli anak kandungnya sendiri di Nagari Pematang Panjang Kecamatan Sijunjung Kabupaten Sijunjung, 2) apa bentuk sanksi adat bagi bapak menggauli anak kandungnya sendiri di Nagari Pematang Panjang Kecamatan Sijunjung Kabupaten Sijunjung. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field reseach) dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif adalah penelitian yang menggambarkan kejadian dan fenomena yang terjadi dilapangan sebagaimana adanya sesuai dengan kenyaaan yang ada. Untuk menganalisis data menggunakan metode analisis deskriptif dengan pola pikir deduktif, yaitu bermula dari menggambarkan hasil penelitian secara sistematis dengan diawali halhal yang bersifat umum. Penelitian ini menemukan bahwa: 1) penerapan Sanksi Adat Bagi Bapak Yang Menggauli Anak Kandungnya Sendiri Di Nagari Pematang Panjanag Kecamatan Sijunjung Kabupaten Sinjunjung, Dalam penetapan sanksi adat, pemerintah Nagari dan tokoh masyarakat Nagari Pematang Panjang melakukan musyawarah demi tegaknya keadilan terhadap pelaku dan korban. Berdasarkan hasil musyawarah tersebut yang menjadi landasan sanksi adat adalah Pernag Nomor 9 tahun 2021 tentang perzinaan. Akan tetapi menimbang perbuatan tersebut lebih keji dari zina, maka tokoh masyarakat melebihkan sanksi yang dijatuhkan, 2) bentuk Sanksi Adat Terhadap Bapak Yang Menggauli Anak Kandung Sendiri, kemudian menghasilkan sanksi sebagai berikut: a) apabila tertangkap pada malam hari, maka akan diproses pada siang harinya, b) pelaku wajib membayar denda ke balai adat dengan membayar 70 sak semen dan uang senilai 3 juta rupiah, c) membayar denda berupa anak kambing 1 ekor berumur 4-5 bulan kepada balai adat, d) pelaku di sidang dan didepan balai adat dengan memakai baju hitam dan kedua tangan di ikat. Berdasarkan permasalahan ini, penetapan sanksi adat terhadap bapak yang menggauli anaknya menurut perspektif hukum Islam telah sesuai dengan salah satu yang menjadi sumber hukum Islam adalah urf, hal ini juga tidak menyalahi kaidah-kaidah dalam hukum islam.

Kata kunci

Hukum Islam, Sanksi Adat, Menggauli, Anak Kandung.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1TINJAUN HUKUM ISLAM TERHADAP PENETAPAN SANKSI ADAT BAGI BAPAK YANG MENGGAULI ANAK KANDUNGNYA SENDIRI ( STUDI KASUS DI NAGARI PEMATANG PANJANG KECAMATAN SIJUNJUNG KABUPATEN SIJUNJUNG)2024 · oai:ais:skripsi:7707

Publikasi terkait