Abstrak
Pokok permasalahan dalam SKRIPSI ini strategi coping apa yang digunakan oleh pasangan yang menikah muda dalam menghadapi permasalahan yang ada di dalam rumah tangganya. Dalam menjalankan kehidupan rumah tangga, pasangan pasti memerlukan strategi untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada dengan bermacam cara, maka dari itu dibutuhkan strategi yang tepat dan sesuai untuk menyelesaikan permasalahan rumah tangga. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui strategi coping pasangan yang menikah muda dalam menghadapi permasalahan rumah tangga dengan emotion focused coping, untuk mengetahui strategi coping pasangan yang menikah muda dalam menghadapi permasalahan rumah tangga dengan problem focused coping, untuk mengetahui strategi coping pasangan yang menikah muda dalam menghadapi permasalahan rumah tangga dengan avoidance coping. Jenis penelitian yang peneliti gunakan yaitu jenis penelitian kualitatif deskriptif. Pasangan yang menikah muda terdiri dari 3 pasangan. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 6 orang. Teknik dalam mengumpulkan data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini yaitu dengan wawancara. Setelah itu dijabarkan serta dilakukan pengelompokan terhadap aspek masalah tertentu dan menguraikan melalui kalimat yang efektif. Penelitian yang peneliti lakukan menggunakan Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa strategi coping pada laki-laki berbeda dengan strategi coping pada perempuan. Strategi coping yang di tampilkan oleh subjek laki-laki itu cenderung ke stratagi emotion focused coping yang mana pada subjek laki-laki lebih memilih untuk meredakan emosi yang ditimbulkan oleh stressor (sumber stres) atau masalah yang saat ini di hadapinya, tanpa berusaha untuk mengubah suatu situasi yang menjadi sumber stres secara langsung. Sedangkan pada subjek perempuan dalam penelitian ini cenderung menggunakan strategi coping yaitu emotion focused coping dan problem focused coping yang mana untuk subjek perempuan dalam menghadapi masalah yang ada itu sama halnya dengan subjek laki-laki namun subjek perempuan juga mencari atau memikirkan rencana apa yang akan dilakukan agar masalah yang dihadapinya saat ini dapat selesai dengan cepat dan tidak berlarut-larut.