Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2023Versi 1

Analisis Putusan Hakim dalam Perkara Cerai Gugat pada Masa Normal Baru di Pengadilan Agama Klas 1B Batusangkar dalam Perspektif Ketahanan Ekonomi Keluarga

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•HUKUM KELUARGA ISLAM (S2)•2 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Pokok permasalah pada tesis ini adalah faktor-faktor yang menjadi penyebab cerai gugat dan pertimbangan hukum hakim serta analisis penyebab cerai gugat pada masa normal baru di Pengadilan Klas 1B Batusangkar dalam perspektif ketahanan ekonomi keluarga. Tujuan tesis ini untuk mengetahui dan memahami faktor-faktor yang menjadi penyebab cerai gugat dan pertimbangan hukum hakim Pengadilan Agama Klas 1B Batusangkar serta analisis penyebab cerai gugat pada masa normal baru di Pengadilan Klas 1B Batusangkar dalam perspektif ketahanan ekonomi keluarga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif. Lokasi penelitian ini adalah Pengadilan Agama Klas 1B Batusangkar. Pengumpulan data penelitian dilakukan wawancara pada Hakim dan Panitera Pengadilan Agama Klas 1B Batusangkar serta dokumentasi putusan di Pengadilan Agama Klas 1B Batusangkar. Analisa data penelitian ini menggunakan mode Miles dan Huberman dengan mekanisme: reduksi data dan menyajikan data. Pengujian keabsahan data dilakukan melakukan triangulasi sumber dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1). Faktor alasan cerai gugat di Pengadilan Agama Batusangkar Kelas 1B umumnya adalah ketidakharmonisan, ketidakcukupan nafkah, kecemburuan, dan poligami tidak tercatat. 2). Pertimbangan hakim dalam penyelesaian perkara, hakim telah melakukan mediasi dan upaya damai. Perkara yang diajukan harus tetap memenuhi ketentuan formil dan materil sehingga dapat disidangkan. Pada umumnya putusan diambil secara verstek. Sebagai bentuk sense of crisis dalam masa pandemic, Hakim Pengadilan Agama Klas 1B Batusangkar melakukan pemanggilan tergugat dilakukan lebih dari satu kali dan alam pembuktian, hakim juga mewajibkan kesaksian dari kaluarga untuk memastikan telah dilakukan upaya damai sebelum gugatan diajukan. Ini melebihi dari ketentuan umum putusan verstek. 3) Analisis ketahanan ekonomi keluarga dalam masa normal baru terhadap penyebab cerai gugat di Pengadilan Agama Klas 1B Batusangkar, dalam Islam nafkah merupakan kewajiban dari suami sebagaimana ditegaskan dalam QS. Al Baqarah ayat (233). Namun dengan menurunnya kemampuan ekonomi suami yang berakibatnya kurangnya nafkah dalam masa krisis global, diperlukan kepedulian istri terhadap keadaan suami sebagaimana kaidah fiqh bahwa apa yang tidak didapatkan seluruhnya, tidak boleh ditinggalkan seluruhnya. Karena perceraian merupakan kebolehan yang dimurkai Allah, maka seyogyanya harus dihindari. Dalam pespektif ketahanan keluarga, kerentanan ekonomi mendorong terjadinya kerentanan dalam empat faktor lainnya dalam ketahanan keluarga; keutuhan keluarga, ketahanan fisik, ketahanan sosial-psikologi, dan ketahanan sosial budaya. Dengan mengupayakan ketahanan keluarga secara utuh, maka kemaslahatan yang menjadi tujuan pensyariatan pernikahan dapat diwujudkan

Kata kunci

Cerai Gugat, Ketahanan Ekomoni Keluarga, Pengadilan Agama

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Analisis Putusan Hakim dalam Perkara Cerai Gugat pada Masa Normal Baru di Pengadilan Agama Klas 1B Batusangkar dalam Perspektif Ketahanan Ekonomi Keluarga2023 · oai:ais:skripsi:5974

Publikasi terkait