Abstrak
ABSTRAK FARDILLA DEVIYANDA. 2022. NIM. 2002012006, judul Tesis “Pelaksanaan Pendidikan Inklusif Berbasis Digital Pasca Pandemi Covid-19 di SMP Negeri 5 Kota Padang Panjang”.Manajemen Pendidikan Islam Program Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Penelitian ini dilatar belakangi terkait permasalahan yang ditemui dilapangan. Kurangnya kemampuan dalam teknologi menjadi penyebab tidak maksimalnya pembelajaran yang dilakukan, kreativitas guru dalam membuat animasi, video dan materi yang berorientasi pada IT masih rendah, dan banyaknya jenis ketunaan yang dimiliki PDBK, sehingga guru harus menciptakan pembelajaran yang inovatif dan mudah dipahami baik oleh siswa normal maupun berkebutuhan khusus. Selama pembelajaran daring GPK juga mengalami kendala untuk kegiatan konsultasi tatap muka dengan PDBK, dan sekolah sulit menentukan anak anak abk yang masuk pada saat PPDB karena dilakukan secara online. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk perencanaan, pelaksanaan dan evaluasipendidikan inklusif berbasis digital di SMP Negeri 5 Kota Padang Panjang. Jenis penelitian ini adalah penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian adalah di SMP Negeri 5 Kota Padang Panjang. Informan penelitian berjumlah 3 orang yaitu kepala sekolah, guru pendamping khusus, dan guru mata pelajaran di SMP Negeri 5 Kota Padang Panjang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui wawancara mendalam, observasi berkelanjutan dan dokumentasi. Teknik analisis data adalah dengan cara kondensasi data, tampilan data, penarikan kesimpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1. Bentuk perencanaan yang dilakukan diantaranya Perencanaan pelaksanaan pendidikan inklusif, perencanaan identifikasi, Perencanaan Kurikulum, Perencanaan Sarana dan Prasarana, perencanaan pembiayaan dan sebagai sekolah dengan program smart school, sekolah ini merencanakan untuk menggunakan google classroom pada pembelajarannya yang dilakukan disekolah. 2. Bentuk pelaksanaan kegiatan belajar mengajar sudah berbasis digital dan siswa inklusif semuanya sudah penuh di kelas reguler tidak lagi terpisah. Namun demikian, karena keterbatasan fasilitas maka dari itu pendidikan berbasis digital ini baru dilakukan pada dua kelas yang telah dipilih untuk di uji cobakan. Yang mana pada kelas ini juga terdapat siswa berkebutuhan khusus, jadi siswa yang berkebutuhan khusus pun tidak tertinggal oleh kemajuan teknologi dan tidak gagap akan teknologi terbaru.3.Bentuk evaluasi yang dilakukan yaitu penilaian tengah semester (PTS) dan penilaian akhir semester (PAS), dan dapat diketahui apa yang menjadi hambatan siswa berkebutuhan khusus selama pembelajaran dan dilaporkan kepada orang tua, juga orang tua di ajak untuk menindak lanjuti ke psikolog serta memberikan pengertian pada orang tua bahwasannya kemamapuan setiap anak itu berbeda-beda.