Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2022Versi 1

Tradisi Bapakie Perspektif Hukum Keluarga Islam (studi kasus nagari Tanjung Barulak kecamatan Batipuh)

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Hukum Keluarga (Ahwal Al Syakhshiyyah)•4 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

ARIFUL AKMI. NIM 1730201002 judul SKRIPSI " TRADISI BAPAKIE PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA ISLAM (STUDI KASUS NAGARI TANJUNG BARULAK KECAMATAN BATIPUH) Jurusan Ahwal Al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah IAIN Batusangkar. Pokok-pokok permasalahan dalam Skripsi ini adalah tradisi Bapakie di nagari Tanjung Barulak kecamatan Batipuh. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan tradisi Bapakie di nagari Tanjung Barulak kecamatan Batipuh dan mengetahui tinjauan Hukum Keluarga Islam terhadap tradisi Bapakie di nagari Tanjung Barulak. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian lapangan (Field Research), untuk mendapatkan data-data tentang tradisi bapak i di nagari Tanjung barulak. Teknik pengumpulan data tradisi Bapakie di nagari Tanjung barulak adalah melalui wawancara. Pengolahan data tradisi Bapakie dilakukan secara deskriptif kualitatif, kemudian diuraikan serta diklasifikasi terhadap masalah tertentu dan dipaparkan melalui kalimat yang efektif. Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan, dapat disimpulkan bahwa tradisi Bapakie adalah upaya yang dilakukan oleh pasangan suami-istri yang sudah bercerai dengan mencarikan seorang laki-laki yang mau menikahi sang istri kemudian menceraikannya sesuai dengan perjanjian dengan tujuan agar suami dan istri yang sudah bercerai tersebut dapat kembali menjalin hubungan rumah tangga. Proses pernikahan Bapakie adalah penjatuhan talak kepada istri, pernikahan dengan Urang Bodo, penjatuhan talak oleh Urang Bodo dan pernikahan kembali dengan mantan suami. Tinjauan Hukum Keluarga Islam terhadap tradisi Bapakie di nagari Tanjung barulak merupakan pernikahan muhallil yang merupakan dosa besar. Namun ulama berbeda pendapat mengenai sah atau tidaknya pernikahan tersebut. Penulis lebih cenderung kepada pendapat beberapa ulama termasuk imam Syafi'i yang mengatakan bahwa pernikahan tersebut adalah dosa besar tetapi tidak menggugurkan keabsahan akan pernikahan tersebut selama memenuhi syarat dan rukun pernikahan.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Tradisi Bapakie Perspektif Hukum Keluarga Islam (studi kasus nagari Tanjung Barulak kecamatan Batipuh)2022 · oai:ais:skripsi:4747