Abstrak
PEGI AGUSTRIANA, NIM. 15300600050. Judul Skripsi: “Perbandingan Hasil Belajar dan Aktivitas Peserta Didik Antara Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Team Achievement Division) dengan TGT (Team Games Tournament) di SMA N 2 Batusangkar”. Jurusan Tadris Biologi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar Tahun 2019. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil belajar biologi peserta didik khususnya kelas XI di SMAN 2 Batusangkar masih belum maksimal. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata nilai ulangan harian. Rendahnya hasil belajar biologi peserta didik salah satu penyebabnya adalah proses pembelajaran yang terjadi di kelas terpusat pada pendidik, pendidik kurang memvariasikan model dalam pembelajaran biologi sehingga peserta didik menjadi kurang perhatian, kurang aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar dan aktivitas peserta didik melalui penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan tipe TGT. Jenis penelitian yang dilakukan yaitu penelitian true eksperimen dengan rancangan penelitian Posttest Only Control Design . Populasi dalam penelitian ini adalah semua peserta didik kelas XI IPA SMAN 2 Batusangkar tahun ajaran 2019/2020 yang berjumlah 89 orang peserta didik. Teknik penentuan sampel adalah dengan menggunakan Random Sampling, kelas sampelnya adalah kelas XI IPA 1 dan kelas XI IPA 2. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan tes hasil belajar ranah kognitif berupa tes objektif dan lembar observasi aktivitas peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh rata-rata aktivitas peserta didik dengan menggunakan model STAD pertemuan 1 sampai 3 sebesar 70,34%, 73,56%, dan 77,71% dengan kriteria banyak sampai banyak sekali, sedangkan menggunakan model TGT sebesar 52,94%, 53,36% dan 57,46% dengan kriteria banyak. Hal ini terlihat perbedaan aktivitas yang didapatkan. Rata-rata hasil tes belajar biologi peserta didik kelas eksperimen 1 adalah 84,66% dengan persentase ketuntasan 75,86%, sedangkan rata-rata yang diperoleh pada kelas eksperimen 2 adalah 75,84% dengan persentase ketuntasan 62,5%. Hal ini terlihat terdapat perbedaan hasil belajar kognitif yang didapatkan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa model STAD dan TGT dapat menjadi solusi permasalahan diatas dan dapat diterapkan di sekolah tersebut.