Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

ULIL AMRI

4 karya publik ditemukan.

2024: 22023: 12022: 1

Perbandingan Penafsiran Wahba Az-Zuhailai dan Buya Hamka Terhadap Ayat-Ayat Makanan Halal dan Thayyib (Studi Komparatif Tafsir Al-Munir dan Tafsir Al-Azhar

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ULIL AMRI, NIM 1930301043 (2024), Judul Skripsi : “Perbandingan Penafsiran Wahbah Az-Zuhaili Dan Buya Hamka Terhadap Ayat-Ayat Makanan Halal dan Thayyib(Studi Komparatif Tafsir Al-Munir dan Tafsir Al-Azhar)”. Jurusan Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar tahun 2024. Islam merupakan agama yang sangat menjaga dan memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Dalam firmanNya Allah SWT telah menetapkan aturan-aturan tertentu yang dikhususkan bagi setiap muslim untuk mengkonsumsi makanan-makanan yang dibolehkan oleh Allah atau yang sesuai dengan syariat agama Islam agar mendapatkan keridhaaNya dan terhindar dari makanan-makanan yang dapat membahayakan kesehatan atau keselamatan seseorang, oleh karena itu Allah memerintahkan agar setiap muslim untuk mengkonsumsi makanan halalan thayyiban (halal lagi baik). Adapun tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk menjelaskan pengertian makanan halal dan thayyib menurut Wahbah Az-Zuhaili dan Hamka (2) untuk mengetahui penafsiran Wahbah Az-Zuhaili dan Hamka terkait ayat-ayat makanan halal dan tahyyib (3) untuk mengetahui persamaan dan perbedaan penafsiran Wahbah Az-Zuhaili dan Hamka terkait ayat-ayat makanan halal dan tahyyib. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (Library research). Metode yang digunakan adalah metode tafsir muqaran. Sedangkan sumber data primer dalam penelitian ini adalah ayat-ayat Al-Qur`an yang berkaitan langsung terkait makanan halal dan thayyib diantara kedua kitab tafsir, yaitu kitab tafsir Al-Munir dan kitab tafsir Al-Azhar. Sedangkan data sekunder dalam penelitian ini adalah buku-buku, jurnal, artikel yang berhubungan langsung mengenai makanan halal dan thayyib. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa, pertama pengertian makanan halal dan thayyib menurut Wahbah Az-Zuhaili adalah seluruh makanan yang ada di bumi yang dihalalkan oleh Allah untuk dikonsumsi dan tidak mengandung dosa ataupun syubhat. Menurut Hamka pengertian makanan halal dan thayyib adalah makanan atau harta yang diperoleh harus berasal dari sesuatu yang halal bukan dari hasil menipu ataupun merampok. Adapun ayat yang penulis teliti yaitu Q.S Al-Baqarah [2]: 168. Kedua Menurut Wahbah Az-Zuhaili tafsiran dari ayat-ayat makanan halal dan thayyib adalah seruan Allah kepada manusia untuk selalu mengkonsumsi makanan halal dan thayyib, yaitu makanan yang dibenarkan dalam agama islam serta tidak membahayakan bagi konsumenya. Menurut Hamka tafsiran ayat-ayat makanan halal dan thayyib adalah makanan yang telah ditetapkan kehalalanya oleh agama atau syariat Islam yaitu makanan harus bersumber dari sesuatu yang halal, tidak berkaitan dengan hak orang, tidak mencuri ataupun merampok, serta menggunggah selera bagi orang yang akan mengkonsumsinya. Adapun ayat yang penulis teliti yaitu Q.S Al-Baqarah [2]: 168, Q.S Al-Maidah [5]: 88, Q.S Al-Anfal [8]: 69, Q.S An-Nahl [16]: 114. Ketiga persamaan dan perbedaan penafsiran Wahbah Az-Zuhaili dan Hamka. Az-Zuhaili dan Hamka mengajak setiap muslim agar selalu mengkonsumsi makanan halal dan thayyib, Hamka dan Az-Zuhaili sepakat bahwasanya harta atau makanan harus diperoleh secara halal dan tidak secara batil, sperti merampok, mencuri, ataupun korupsi. Dari penjelasan penafsiran Wahbah Az-Zuhaili dan Hamka terkait makanan halal dan thayyib ada sedikit perbedaan namun perbedaan yang tidak signifikan, perbedaan terletak dalam penafsiran yaitu penafsiran Hamka jauh lebih rinci dari penafsiran Wahbah Az-Zuhaili. Adapun ayat yang penulis teliti adalah Q.S Al-Baqarah [2]: 168, Q.S Al-Maidah [5]: 88, Q.S Al-Anfal [8]: 69, Q.S An-Nahl [16]: 114.

PENGEMBANGAN PRODUK WISATA DALAM MENDUKUNG WISATA BAHARI SUMATERA BARAT (STUDI KASUS PULAU PASUMPAHAN,KECAMATAN BUNGUS TELUK KABUNG)

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ulil Amri NIM 1930406015 (2024). Judul Skripsi“ :Pengembangan Produk Wisata Dalam Mendukung Wisata Bahari Sumatera Barat (Studi Kasus Pulau Pasumpahan Kecamatan Bungus Teluk Kabung” Program Studi Pariwisata Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui, Pengembangan Produk Wisata Dalam Mendukung Wisata Bahari Sumatera Barat (Studi Kasus Pulau Pasumpahan Kecamatan Bungus Teluk Kabung) yang terkandung didalamnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitattif deskriptif. Data yang dikumpulkan dengan melakukan wawancara terhadap pengelola objek wisata mengenai Pengembangan Produk Wisata Dalam Mendukung Wisata Bahari. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan Pengumpulan Data, Reduksi Data, Penyajian Data dan Penarikan Kesimpulan data. Serta keabsahan data yang digunakan meningkatkan kecermatan dalam penelitian. Dengan meningkatkan kecermatan dalam penelitian maka kepastian data dan urutan kronologis peristiwa dapat dicatat dan direkam dengan baik. Berdasarkan hasil penelitian penulis dapat disimpulkan bahwa Pengembangan Produk Wisata Dalam Mendukung Wisata Bahari Sumatera Barat (Studi Kasus Pulau Pasumpahan Kecamatan Bungus Teluk Kabung) terdapat dalam konsep 3A yaitu Atraksi, Amenitas dan Aksesbilitas

ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS PESERTA DIDIK KELAS V DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL MATEMATIS PADA SDN 01 LIMA KAUM KABUPATEN TANAH DATAR

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Ulil Amri Dasmi, NIM 1830111080 (2023) , judul skripsi “Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Peserta Didik Kelas V Ditinjau dari Kemampuan Awal Matematis pada SDN 01 Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar”, Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini didasari pembelajaran matematika yang sudah menjadi paradigma di Indonesia, yaitu guru mengajar siswa tanpa menanamkan konsep pada siswa. Kendala yang dialami dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa yaitu beberapa siswa masih belum terbiasa berpikir secara matematis, siswa belum terbiasa memberikan alasan dalam menyelesaikan soal atau cenderung yang mengacu apada rumus. Hal ini peneliti temukan pada kelas V SDN 01 Lima Kaum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis siswa kelas V SDN 01 Lima Kaum berkemampuan awal matematis tinggi, sedang, dan rendah dalam pembelajaran matematika. Kemampuan awal matematis berpengaruh pada kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang perlu dikembangkan tidak hanya untuk mendapatkan solusi tetapi juga melatih siswa berpikir untuk memberikan alasan setiap langkah penyelesaian soal matematika yang dilakukan. Penelitian ini merupakan penelitian kombinasi (mixed method) model sequential explanatory. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V yang berjumlah 24 orang. Data yang dikumpulkan berupa tes kemampuan awal matematis yang terdiri dari 5 butir soal berbentuk soal essay, tes kemampuan berpikir kritis yang terdiri dari 5 butir soal berbentuk soal essay dan hasil wawancara dari siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan wawancara. Sementara teknik analisis data yang digunakan adalah Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar kelas V SDN 01 Lima Kaum ditinjau dari kemampuan awal matematis siswa berada pada kategori sedang dengan rata-rata 57,71. Terdapat 41% siswa berada pada kategori berpikir kritis tinggi, 38% siswa pada kategori berpikir kritis sedang, dan 21% siswa berada pada kategori rendah. Kata Kunci : berpikir kritis Matematis, kemampuan awal matematis

TRADISI MALUBANG DALAM ACARA MAANTA TANDO DI NAGARI TABEK PATAH KECAMATAN SALIMPAUANG KABUPATEN TANAH DATAR DALAM PANDANGAN HUKUM ISLAM

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ulil Amri, NIM. 1730201035, Judul Skripsi: “Tradisi Malubang dalam Acara Maanta Tando di Nagari Tabek Patah Kecamatan Salimpauang Kabupaten Tanah Datar dalam Pandangan Hukum Islam“. Jururusan Ahwal al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan pada skripsi ini adalah pelaksanaan tradisi malubang dalam acara maanta tando di Nagari Tabek Patah Kecamatan Salimpauang Kabupaten Tanah Datar dalam pandangan hukum Islam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apa yang melatar-belakangi tradisi malubang, mengetahui dampak positif dan negatif dari tradisi malubang dan menjelaskan bagaimana pandangan hukum Islam terhadap tradisi malubang dalam acara maanta tando di Nagari Tabek Patah Kecamatan Salimpaung Kabupaten Tanah Datar. Jenis penelitian yang dipakai dalam penulisan skripsi ini adalah penelitian lapangan (field research). Penulis mengelola data secara kualitatif dengan sumber data primer adalah ketua KAN, niniak mamak, alim ulama dan orang yang melaksanakan peminangan. Data skunder yaitu, dokumen dan profil Nagari Tabek Patah Kecamatan Salimpaung Kabupaten Tanah Datar. Setelah mendapatkan data, selanjunya dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian yang penulis temukan, adalah sebelum melaksanakan perkawinan ada aturan adat yang harus dijalankan, yaitu melaksanakan tradisi malubang dalam acara maanta tando. Terjadinya tradisi malubang ini karena dahulunya sumber mata pencaharian masyarakat di daerah Tabek Patah adalah berladang tebu dan waktu itu lahan masyarakat masih belum terkelola dengan baik, adapun tujuan malubang ini adalah mengoptimalkan lahan masyarakat yang terbengkalai, untuk landasan ekonomi keluarga yang akan dibentuk dan melihat keseriusan kedua mempelai. Maka dari itu orang tua-tua terdahulu (niniak mamak) di Nagari itu sepakat untuk mengadakan tradisi malubang dalam proses maanta tando di Nagari Tabek Patah.. Dampak positif dari tradisi malubang ialah membantu dalam keuangan rumah tangga, melestarikan tradisi yang diwariskan oleh orang tua-tua terdahulu, menjalin silaturahmi yang baik antar kedua keluarga dan masyarakat, sebagai pembinaan dari ninik mamak dan pihak keluarga terhadap anak kemanakannya yang akan membentuk rumah tangga. Adapun dampak negatif jika tidak melaksanakan tradisi malubang adalah mengakibatkan terjadinya penundaan penikahan sampai tradisi itu dilaksanakan. Berdasarkan pandangan hukum Islam, tradisi malubang dalam acara maanta tando tidak bertentangan tidak mengakibatkan dikesampingkanya dalil syari’at yang pasti karena tradisi ini mengandung nilai kemaslahatan berupa memperkuat silaturahmi antara kedua keluarga yang akan melaksanakan pernikahan dan mendapat pandangan yang baik dari dari masyarakat setempat. Dengan adanya dampak baik itu maka penulis menggolongkan proses peminangan ini kedalam ‘urf sahahih maka hukum melakukannya adalah boleh.