Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

RAHADATUL AISY

3 karya publik ditemukan.

2024: 12023: 2

HUBUNGAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DENGAN SELF REGULATED LEARNING SISWA DI MTSN 1 PASAMAN

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RAHADATUL AISY AZHAFIRA, NIM 1930306039, Judul skripsi “Hubungan Komunikasi Interpersonal Dengan Self Regulated Learning Siswa di MTsN 1 Pasaman”. Jurusan Psikologi Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar, 2024. Siswa memerlukan kemampuan tertentu untuk berhasil di sekolah. Jika tidak maka akan menyebabkan kegagalan dalam belajar. Untuk itu, siswa perlu memiliki kemampuan self regulated learning yang baik. Namun masih banyak siswa yang mempunyai regulasi diri dalam belajar yang rendah. Mereka tidak mampu merencanakan kegiatan belajarnya dengan baik, tidak memiliki usaha untuk menyelesaikan tugas, mengerjakan tugas mata pelajaran lain saat pelajaran lainnya sedang berlangsung dan memikirkan hal lain saat jam pelajaran. Komunikasi interpersonal memengaruhi hasil belajar siswa, dimana dengan komunikasi interpersonal dapat mengubah sikap, pendapat dan perilaku seseorang terhadap sesuatu. Keterampilan dalam berkomunikasi dengan teman sekelas atau dalam kelompok belajar dapat membantu siswa dalam berbagi pengetahuan, bertukar ide dan mendapat dukungan dari orang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan komunikasi interpersonal dengan self regulated learning siswa di MTsN 1 Pasaman. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa di MTsN 1 Pasaman berjumlah 1107 orang, dengan sampel penelitian berjumlah 92 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik convenience sampling. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah mengunakan skala komunikasi interpersonal (29 aitem, α =.903) dan skala self regulated learning (28 aitem, α =.905). Uji korelasi yang digunakan adalah korelasi product moment dengan bantuan IBM SPSS 20. Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti mengenai hubungan komunikasi interpersonal dengan self regulated learning siswa di MTsN 1 Pasaman dapat disimpulkan bahwa koefisien korelasi sebesar 0,641 dengan nilai signifikan p = 0,000 pada taraf 1% (p ≤0,01). Hal ini menunjukkan ada hubungan positif yang signifikan antara komunikasi interpersonal dengan self regulated learning. Jadi kesimpulannya ada hubungan antara komunikasi interpersonal dengan self regulated learning siswa di MTsN 1 Pasaman. Semakin baik komunikasi interpersonal siswa maka semakin tinggi self regulated learning siswa, sebaliknya semakin buruk komunikasi interpersonal siswa, semakin rendah juga self regulated learning siswa.

Pengaruh Layanan Konseling Kelompok dengan Pendekatan Analisis Transaksional untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Interpersonal Siswa di MAN 2 Kota Payakumbuh

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rahadatul Aisy. NIM 1930108057. Judul Skripsi: “Pengaruh Layanan Konseling Kelompok dengan Pendekatan Analisis Transaksional untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Interpersonal Siswa di MAN 2 Kota Payakumbuh”. Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah “bagaimana pengaruh layanan konseling kelompok dengan pendekatan analisis transaksional untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal siswa di MAN 2 Kota Payakumbuh”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji apakah layanan konseling kelompok dengan pendekatan analisis transaksional berpengaruh dalam meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pre exsperimental design dengan one group pre-test – post-test design. Sampel penelitian berjumlah 11 orang siswa, dan teknik pengumpulan data dengan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi awal keterampilan komunikasi interpersonal siswa di MAN 2 Kota Payakumbuh sebelum diberikan treatment layanan konseling kelompok dengan pendekatan analisis transaksional pada umumnya berada pada kategori rendah. Setelah diberikan treatment layanan konseling kelompok dengan pendekatan analisis transaksional sebanyak 6 kali, lalu dilakukan post-test. Maka diketahui bahwa keterampilan komunikasi interpersonal siswa di MAN 2 Kota Payakumbuh terdapat pada kategori tinggi. Jadi dapat disimpulkan bahwa layanan konseling kelompok dengan pendekatan analisis transaksional berpengaruh untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal siswa di MAN 2 Kota Payakumbuh.

HUBUNGAN KEMATANGAN EMOSI DENGAN FORGIVENESS PADA REMAJA YANG PERNAH MENGALAMI PUTUS CINTA DI NAGARI TANJUNG BALIK KECAMATAN X KOTO DIATAS KABUPATEN SOLOK

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Forgiveness merupakan salah satu faktor seseorang untuk merubah emosi negatif menjadi emosi positif ketika tindakan orang lain tidak menyenangkan pada dirinya. Kesiapan dalam memaafkan tidak semua orang mampu memberikan maaf dengan tulus dan melupakan kesalahan orang lain. Hal ini di karenakan Forgiveness dapat terwujud jika seseorang mmemiliki kematangan emosi yang baik. Pada Penelitian yang dilakukan ini memilki tujuan untuk mendapat informasi hubungan antara kematangan emosi dengan forgiveness pada remaja yang mengalami masalah putus cinta. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi sederhana. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja di Nagari Tanjung Balik Kecamatan X koto diatas Kabupaten Solok berjumlah 88 remaja dengan pengambilan sampel menggunakan total. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adanya hubungan positif antara kematangan emosi dan forgiveness. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Skala Likert dengan menggunakan instrument penellitian skala kematangan emosi dan forgiveness. Pengolahan data dianalisis menggunakan korelasi product momen dengan bantuan program SPSS (Statistical Package for Social Science) versi 25.0 for windows. Hasil ini dibuktikan dengan hasil uji hipotesis dalam penelitian ini berdasarkan koefisien korelasi antara kematangan emosi dengan forgiveness pada remaja yang pernah mengalami putus cinta dengan di peroleh rxy = -0,176 dengan signifikansi= 0,000 (p>0,05). Maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara kematangan emosi dengan forgiveness pada remaja yang pernah mengalami putus cinta di Nagari Tanjung Balik Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok artinya semakin tinggi kematangan emosi maka semakin tinggi forgiveness pada remaja yang pernah mengalami putus cinta dan sebaliknya semakin rendah kematangan emosi maka rendah forgiveness pada remaja yang pernah mengalami putus cinta