Profil penulis
MH
89 karya publik ditemukan.
Satu atap beda agama
Pendidikan Kewarganegaraan Di Perguruan Tinggi
Pendidikan kewarganegaraan sebenarnya dikembangkan diseluruh dunia, meskipun dengan berbagai macam istilah dan nama. Mata kuliah tersebut sering disebut sebagai civic education, citizenship education dan bahkan ada yang menyebut sebagai democracy education. Mata kuliah ini memiliki peranan yang strategis dalam mempersiapkan warganegara yang cerdas, bertanggung jawab dan berkeadaban. Berdasarkan rumusan “Civic Internation” pada tahun 1995, disepakati bahwa pendidikan demokrasi penting untuk pertumbuhan civic culture, Untuk keberhasilan pengembangan dan pemeliharaan pemerintah demokrasi Semangat perjuangan bangsa yang telah ditunjukkan pada kemerdekaan 17 Agustus 1945 tersebut dilandasi oleh keimanan serta ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan keikhlasan untuk berkorban. Landasan perjuangan tersebut merupakan nilai-nilai perjuangan Bangsa Indonesia. Semangat inilah yang harus dimiliki oleh setiap warga negara Republik Indonesia dalam mengisi kemerdekaan. Selain itu nilai-nilai perjuangan bangsa Indonesia masih relevan dalam memecahkan setiap permasalahan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara serta terbukti keandalannya. Tetapi nilai–nilai perjuangan itu kini telah mengalami pasang surut sesuai dengan dinamika kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Multi-disciplinary Trends in Artificial Intelligence
This book constitutes the refereed conference proceedings of the 8th International Conference on Multi-disciplinary Trends in Artificial Intelligence, MIWAI 2014, held in Bangalore, India, in December 2014. The 22 revised full papers were carefully reviewed and selected from 44 submissions. The papers feature a wide range of topics covering both theory, methods and tools as well as their diverse applications in numerous domains.
Teori belajar dan pembelajaran
Pedoman konseling perkawinan
Model Penyelesaian Sengketa Administrasi Pilkada
Pertimbangan logis atau rasionalisasi norma hukum penyelesaian sengketa sudahlah tepat dengan alasan yang bersifat filosofis, yuridis, sosiologis dan politis, yang didasarkan kepada prinsip negara hukum Pancasila. Bawaslu Provinsi dan Panwas Kabupaten/Kota memiliki kewenangan atributif dan mutlak memeriksa dan memutus sengketa administrasi yang putusannya bersifat terakhir dan mengikat dimana tidak ada upaya hukum apabila dikabulkan dan wajib dilaksanakan oleh para pihak. Peran Bawaslu Provinsi dan Panwas Kabupaten/Kota sebagai majelis banding administrasi melakukan penilaian secara lengkap dari segi rechtmatigheid (kepastian) maupun doelmatigheid (kedayagunaan) maka harus kredibel dan cakap serta konsisten pada prinsip hukum. Pengaturan fungsi adjudikasi (peradilan semu) yang diatur dan dilaksanakan masih terdapat kelemahan yang harus diperbaiki. Untuk itu, perlu ditegaskan kewenangan membentuk peraturan turunan sebagai pelaksanaan dari norma undang-undang. Selain itu, perlu disusun alat ukur standard dan implementatif sesuai prinsip hukum sebagai batu uji penilaian rechtmatigheid dan doelmatigheid. Lalu, perlu meningkatkan kapasitas struktur dan manjemen ajudikasi administrasi terutama peningkatan kapasitas majelis atau personil majelis pemeriksa dari sisi etos, phatos dan logos serta mendorong realisasi badan penyelesaian sengketa pemilu agar adjudikasi sengketa pemilu terintegrasi dan terkonsolidasi dengan baik dan optimal.
Risk Assessment in Airbone
Direktori alumni LEMHANNAS.
Directory of the alumni of LEMHANNAS; volume commemorating the 26th anniversary of Ikatan Kekeluargaan Alumni Lemhannas.
Hukum Perikatan
Hukum perikatan merupakan salah satu bidang hukum perdata materiil yang diatur dalam Buku III BW yang terbagi atas dua bagian, yaitu: Pertama, perikatan pada umumnya, terdiri atas dua bagian yaitu perikatan yang lahir dari perjanjian dan perikatan yang lahir karena ketentuan undang-undang; Kedua, perikatan yang lahir dari perjanjian-perjanjian tertentu yang biasa juga disebut perikatan bernama karena perikatan yang dimaksud adalah perikatan yang telah diatur dan telah memiliki nama dalam BW. Buku ini, juga menguraikan sejarah perbandingan civil law system dengan common law system secara garis besar serta sejarah berlakunya hukum perikatan yang diawali dari sejarah hukum sebagai ilmu pengetahuan dan diakhiri dengan sejarah hukum perikatan itu sendiri, dengan harapan agar sidang pembaca memiliki pemahaman secara umum tentang perikatan sebelum memasuki pembahasan yang lebih detil tentang perikatan, khususnya perikatan yang lahir dari perjanjian.
DAHSYATNYA BRAIN SMART TEACHING
Brain Smart Teaching yang super dahsyat. Sebuah CARA JITU yang bisa membantu mengoptimalkan kecerdasan otak dan prestasi belajar anak Anda. Cara ini bukanlah hal yang mengada-ada, melainkan sebuah cara nyata yang telah diterapkan dan diangkat langsung dari ruang praktik konsultasi klinik terapi psikologi. Buku ini memberikan solusi praktis yang mudah dipahami dan dipraktikkan oleh Anda semua. - PENEBAR PLUS+ -
Analysis on Real and Complex Manifolds
Chapter 1 presents theorems on differentiable functions often used in differential topology, such as the implicit function theorem, Sard's theorem and Whitney's approximation theorem. The next chapter is an introduction to real and complex manifolds. It contains an exposition of the theorem of Frobenius, the lemmata of Poincaré and Grothendieck with applications of Grothendieck's lemma to complex analysis, the imbedding theorem of Whitney and Thom's transversality theorem. Chapter 3 includes characterizations of linear differentiable operators, due to Peetre and Hormander. The inequalities of Garding and of Friedrichs on elliptic operators are proved and are used to prove the regularity of weak solutions of elliptic equations. The chapter ends with the approximation theorem of Malgrange-Lax and its application to the proof of the Runge theorem on open Riemann surfaces due to Behnke and Stein.
Islam Yolunda Savaş
Killing the Celt
Killing the Celt is a collection of short fiction, metafiction, and nonfiction pieces that include Celtic history, social and political satire, travel narratives, pop-culture musings, and memoir. The book's 31 essays and stories are framed within brief histories of the six Celtic holocausts, and bound together with a Celtic sensibility marked by dark, anarchic humor; a love of place, time, and culture; and a steely distrust of authority. In Killing the Celt, you will: Travel to the hillfort at South Cadbury, thought to be the site of Arthur's Camelot. Find out why Elvis was a Celtic man and the Beatles were a Celtic band. Follow the adventures of the Celtic deus ex machina, a strange, kilted little fellow who always shows up, outrageously, at just the right time. Visit the Rebel Grill, a Southern bar-b-que joint, in the gray, empty spaces of Northern England. Ultimately, Killing the Celt is about the slow passing of Celtic culture, the fountainhead of the Western imagination, into the twilight of time. (www.killingthecelt.com)