Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Ilyas

28 karya publik ditemukan.

2024: 12023: 12021: 12018: 42017: 172016: 3

Kebahagiaan Manusia Menurut Wahbah Az-Zuhaili dalam Kitab Tafsir Al-Munir

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rahmat Ilyas. NIM 2030301038 (2020). Judul Skripsi: “Kebahagiaan Manusia menurut Wahbah az-Zuhaili dalam Kitab Tafsi>r al-Muni>r”. Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan dalam SKRIPSI ini adalah sebagai mufassir ‘al-ada>bi ijtima’i> bagaimana penafsiran ayat-ayat tentang kebahagiaan oleh Wahbah az-Zuhaili dalam Kitab Tafsi>r al-Muni>r. Tujuan pembahasan ini untuk mengetahui penafsiran ayat-ayat tentang kebahagiaan dalam Al-Qur’an menurut Wahbah az-Zuhaili sebagai penulis tafsir ‘al-ada>bi ijtima’i> dan bagaimana langkah-langkah agar manusia mendapatkan kebahagiaan menurut Wahbah az-Zuhaili. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian kepustakaan (library research). Metode analisis yang digunakan adalah metode tafsir tematik melalui kata kunci افلح. Sedangkan untuk menganalisa penafsiran ayat-ayat kebahagiaan oleh Wahbah az-Zuhaili digunakan metode tafsir maud}u>’i> berbasis tokoh, melalui content analysis, pendekatan ilmu tafsir, dan hermeneutik. Sumber data primer dalam penelitian ini, yaitu QS. Al-Baqarah [2]: 189, QS. Ali ‘Imran [3]: 130, 200, QS. Al-Ma`idah [5]: 35, 90, 100, QS. Al-A‘raf [7]: 69, QS. Al-Anfal [8]: 45, QS. Al-Hajj [22]: 77, QS. An-Nur [24]: 31, QS. Al-Jumu‘ah [62]: 10, yang dikaji pada kitab tafsir Wahbah az-Zuhaili. Sumber data sekunder dalam penelitian ini berupa buku-buku, jurnal-jurnal, dan artikel yang berkaitan dengan kebahagiaan dan Tafsi>r al-Muni>r. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa sebagai mufassir al-ada>bi ijtima’i>, Wahbah az-Zuhaili menafsirkan ayat-ayat tentang kebahagiaan menggunakan pendekatan sosial kemasyarakatan dan lafaz yang menurutnya berkaitan dengan nilai sosial dan nilai kemanusiaan, dengan rincian sebagai berikut: 1) Wahbah az-Zuhaili dalam kitabnya menjelaskan makna dari kata افلح yang terdapat dalam QS. Al-Baqarah [2]: 189, QS. Ali ‘Imran [3]: 130, 200, QS. Al-Ma`idah [5]: 35, 90, 100, QS. Al-A‘raf [7]: 69, QS. Al-Anfal [8]: 45, QS. Al-Hajj [22]: 77, QS. An-Nur [24]: 31, QS. Al-Jumu‘ah [62]: 10, yaitu ketaatan kepada Allah, mengamalkan sunnah Rasulullah Saw, menjaga hubungan sosial, ikhlas dalam beramal, bersyukur, menghindari dosa, mendapatkan Rahmat Allah, mendalami ilmu agama. 2) Langkah-langkah agar manusia mendapatkan kebahagiaan menurut Wahbah az-Zuhaili, yaitu menjauhi riba, memperbanyak bersabar, tidak berbohong atas nama Allah, berjihad, beribadah, memperbanyak berinfak, menjauhi miras dan judi, menjalankan sunnah rasulullah.

Kemuliaan dan Kehinaan Manusia dalam Al-Qur'an (Kajian Tafsir Surat Al-Fajr Ayat 15-20)

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Ikrom Ilyas. NIM 1630301010 (2016). Judul Skripsi: “Kemuliaan dan Kehinaan Manusia dalam Al-Qur’an (Kajian Tafsir Surat Al-Fajr Ayat 15-20)”. Jurusan Ilmu al-Qur`an dan Tafsir Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar Pokok permasalahan dalam Skripsi ini adalah bagaimana pemaknaan kemuliaan dan kehinaan manusia dalam al-Qur`an surat al-Fajr ayat 15-20. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui penafsiran kemuliaan dan kehinaan manusia dalam al-Qur`an surat al-Fajr ayat 15-20. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan. Sebagai penelitian tafsir tentang kemuliaan dan kehinaan dalam al-Qur`an surat al-Fajr ayat 15-20, maka teknik pengumpulan data yang penulis gunakan yaitu dengan mengumpulkan semua data yang berkenaan tentang kemuliaan dan kehinaan manusia, sedangkan metode tafsir yang penulis gunakan adalah metode tematik. Dalam pengelolahan data maka penulis memaparkan kandungan ayat, syarah mufradat, munasabah ayat, asbab an-nuzul, dan yang lainnya Hasil penelitian yang berkenaan dengan kemuliaan dan kehinaan dalam surat al-Fajr ayat 15-20 yang mana dalam ayat 15-16 Allah SWT menjelaskan pandangan orang yang mengukur kemuliaan dengan diberikan kesenangan dan merasa dihinakan apabila dibatasi rezkinya. Namun semua itu tidak demikian, kemulian dan kehinaan bukan diukur dari kenikmatan atau rezki dari Allah, tetapi diukur dari ketaatan akan perintah Allah dan menjahui larangannya. Kemudian pada ayat 17-20 Allah SWT membantah pandangan itu, dan menjelaskan bahwa manusia yang berpandangan dibatasi rezkinya juga tidak memuliakan anak yatim, tidak memberi makan orang miskin, memakan harta warisan dengan mencampur adukkan harta warisan halal haramnya, dan mencintai harta secara berlebihan. Kata kunci: Kemuliaan, kehinaan, surat al-Fajr ayat 15-20.

Bung Karno

2018 · Book · Koleksi Perpustakaan

Thoughts of Soekarno, the first Indonesian president on nationalism, democracy, and revolution in Indonesia; collection of articles.

Kosakata bahasa Urdu

2017 · Book · Koleksi Perpustakaan

Urdu-Indonesian and Indonesian-Urdu dictionary.

Perbandingan Prestasi Belajar Siswa Yang Tinggal Di Pondok Pesantren Dan Yang Tinggal Bersama Orang Tua Di Man 2 Batusangkar.

2017 · Book · Koleksi Perpustakaan

Dalam pembahasan skripsi ini yang menjadi pokok permasalahan adalah bagaimana prestasi belajara siswa yang tinggal di pesantren dan yang tinggal bersama orang tua di MAN 2 Batusangkar dan penulisan skripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan prestasi belajar siswa yang tinggal di pondok pesantren serta siswa yang tinggal bersama orang tua. Bedasarkan permasalahan sebelumnya maka jenis penelitian ex-postfacto. Penelitian ini disebut demikin, karena sesuai dengan pengertian ex-postfacto, yaitu’’ dari apa yang dikerjakan setelah kenyataan” maka penelitian ini disebut sebagai penelitian sesudah kejadian. Penelitian ini juga sering disebut after the fact atau sesudah fakta dan ada pula penelti yang menyebutnya sebagai retrosfective study atau studi penelususran kembali. Dalam hal ini, metode yang penulis gunakan adalah penelitian kuantitatif dengan teknik analisi komparasi. Penelitian kuantitataif dapat diartaikan sebagai metode penelitian yang berlandasan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu. Hasil penelitian menunjukan bahwasanya anak yang tinggal bersama orang tuanya lebih unggul dari anak yang tinggal di pondok pesantren, hal ini berdasarkan uji hipotesis yang telah dilakukan yaitu dari hasil hitung t test ternyata diperoleh t hitung 8.10. selanjutnya mengkonsultasikan t hitung tersebut pada t tabel (t kritis), sehingga diperoleh t tabel 2.00 pada signifikansi 0,05 (5%) dan dk 60 (dk=N-2=62-2=60). dengan demikian, t hitung (8.10) > t tabel (2.00). Dalam hal ini berlaku ketentuan jika t hitung lebih besar dari t tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima.