2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kitab al-Muzhir karya al-Suyuthiy merupakan karya monumental terbesarnya dalam kajian fiqh lughah. Jika diapresiasi secara mendalam tentunya kitab ini banyak ditemukan kelebihannya, meski juga ada kekurangannya. Adapun sisi kelebihan yang mencolok dari karya ini adalah kemampuanya menjelaskan masalah-masalah yang menjadi tema-tema sentral ulama-ulama bahasa Arab klasik sebelum masa al-Suyuthiy. Ia berhasil mengeksplorasi berbagai kitab Fiqh al-Lughah yang relevan dengan kajiannya. Dengan metode paparan yang cukup apik, al-Suyuthiy telah berhasil memberikan gambaran lengkap dan rinci tentang makna atau pengertian haqiqi dan majazi, eksistensi haqiqi dan majazi dalam bahasa Arab, perbedaan haqiqi dan majazi, serta bahasan-bahasan lain yang terkait dengan keduanya.
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pembahasan ahli bahasa Arab tentang kalimat (jumlah; tarkib, sentence, frase) dalam bahasa Arab tidak terlepas dari polemik, khususnya dalam memberikan batasan-batasan dan termterm yang digunakan, baik di era klasik maupun modern. Polemik utamanya terkait dengan penggunaan terma kalam dan jumlah dan pengertian-nya, apakah dua terma yang sinonim atau bukan, yang kemudian berpengaruh pada unsur-unsur yang membangunnya. Tetapi pada dasarnya perbedaan mereka itu tidak substantif, melainkan lebih sebagai perdebatan teknis analisa dan bersifat parsial.
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pembahasan mengenai qawa’id al-taujih yang masih dalam kerangka al-ihtijaj, merupakan kajian yang penting dan ‘serius’. Dikatakan penting, karena dengan mengetahui, apalagi juga memahami qawa’id al-taujih, seorang pencinta ilmu nahwu akan mengenal belantara khasanah ilmu nahwu dengan segala rincian, rambu-rambu, dan discourses yang ada padanya. Dikatakan ‘serius’, karena analisa qawa’id al-taujih ini menggunakan hampir seluruh istilah teknis dan teoritis dalam nahwu dan sharaf. Ada prinsip utama dalam Ushul al-Fiqh Islam yaitu menjadikan al-mashlahat sebagai ghayah. Dalam Ushul alNahwu, ghayah ini dinamakan al-faidah. Al-Mashlahat dalam Ushul alFiqh dirumuskan dengan ungkapan “la dharar wa la dhirar,” sedangkan al-Faidah dalam Ushul al-Nahwu diungkapkan dengan “La khata’ wa la labas”.
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
semantik mengkaji tentang ‘makna’ maka perlu diketahui lebih dulu makna dari ‘makna’ itu. Salah saatu kajian penting dalam semantik adalah pembahasan tentang satuan semantik; yaitu analisis mengenai satuan makna terkecil dalam bahasa, termasuk dalam bahasa Arab. Makalah ini akan memaparkan secara garis besar telaah tentang satuan semantik ini. Satuan atau tataran bahasa (linguistik) ada empat, yaitu tataran fonologi (mempelajari dan menganalisis runtutan bunyibunyi bahasa); tataraan morfologi (mempelajari dan menganalisis seluk beluk morfem sebagai struktur internal kata); tataran sintaksis (mempelajari dan menganalisis kata dalam hubungannya dengan kata lain sebagai satu satuan ujaran); dan terakhir adalah tataran semantik (meneliti makna satuan bahasa).