Kemiskinan struktural
Seminar papers on means of averting povety in Indonesia.
Profil penulis
90 karya publik ditemukan.
Seminar papers on means of averting povety in Indonesia.
Kemiskinan merupakan masalah kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain ,pendapatan, pendidikan, lokasi, gender, dan kondisi lingkungan. Kemiskinan di Indonesia dicirikan oleh banyaknya rumah tangga yang berada di sekitar garis kemiskinan. Akibatnya, meski tidak tergolong miskin, mereka rentan terhadap kemiskinan. Buku ini mencoba menelaah kemiskinan ditinjau dari berbagai standar garis kemiskinan, sehingga dapat diketahui adanya misklasifikasi penggolongan rumah tangga miskin.
Dalam buku ini yang berjudul Edisi Revisi Hukum Pembuktian dalam Beracara Pidana, Perdata dan Korupsi dikupas tahap demi tahap secaramendalam kasusnya mengenai proses pemeriksaan perkara pidana mulai di tingkat penyidikan sampai ke tingkat persidangan, tidak hanya dengan menggunakan pisau analisis yuridis normatif tetapi juga pisau yuridis empiris yang tidak dapat dipisahkan dalam keadaan realitas sosial yang ada di dalam praktik beracara. Penulis menghadirkan proses peradilan pidana tidak hanya sebuah konsep hukum saja, tetapi lebih dari itu. Buku ini sangat berguna dan dapat dibaca oleh anggota kepolisian, mahasiswa, penasihat hukum, dan masyarakat umum yang mencari keadilan. Irjenpol. Prof. Koesparmono Irsan, S.IK., S.H., M.M., MBA. (Guru besar Universitas Bhayangkara Jakarta Raya dan PTIK) Buku ini sangat bermanfaat untuk dibaca tidak saja bagi kalangan akademisi, tetapi juga para praktisi dan mahasiswa yang ingin memahami secara mendalam hukum beracara secara utuh. Penulis juga mencoba memaparkan dalam kemasan yang berbeda dengan cara membandingkan berbagai pendekatan dari sudut pandang ilmiah yang terdapat dalam praktik beracara, baik di tingkat penyidikan maupun di tingkat peradilan yang banyak kita temukan kejanggalan dalam memeriksa tersangka ataupun terdakwa serta penggugat dan tergugat. Dr.(C) Yoyon Darusman, S.H., M.M. (Dekan Fakultas Hukum Universitas Pamulang). - RAIH ASA SUKSES -
Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah apa alasan norma adat melarang atau belum memperbolehkan psangan suami istri tinggal serumah setelah menikah sebelum walimah di Nagari Sungayang ?, apa akibat hukum yang di timbulkan apabila ada psangan yang tinggal serumah setelah menikah? Bagaimana tinjauan Maqashid Syariah terhadap larangan tinggal serumah tersebut ? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui alasan norma adat sehingga pasangan suami istri belum boleh tinggal serumah setelah menikah, untuk mengetahui akibat hokum yang ditimbulkan apabila ada pasangan suami istri tinggal serumah setelah menikah di Nagari Sungayang Kecamatan Sungayang dan untuk mengetahui bagaimana tinjauan Maqashid Syariah terhadap larangan tinggal serumah bagi pasangan suami istri setelah menikah di Nagari Sungayang Kecamatan Sungayang Kabupaten Tanah Datar. Sedangkan kegunaan dalam penelitian ini dapat ditinjau dari dua segi. Pertama secara teoritis, yaitu penelitian ini diharapkan menambah wawasan dan ilmu pengetahuan penulis dalam hal metode istinbat dengan maqashid syariah. Sedangkan secara praktis penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sumber informasi tentang alasan norma dan akibat hukum yang ditimbulkan jika ada yang tinggal serumah setelah menikah bagi masyarakat di kenagarian Sungayang Kecamatan Sungayang Kabupaten Tanah Datar sehingga memahami pentingnya suatu perlindungan hukum terhadap sebuah perkawinan serta untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam memperoleh gelar Sarjana Hukum pada Jurusan Ahwal Al-Syakhshiyyah dan Fakultas Syariah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Jenis penelitian yang dipakai dalam penulisan skripsi ini adalah penelitian lapangan (field research), di Nagari Sungayang Kecamatan Sungayang, Kabupaten Tanah Datar. Penulis mengelola data secara kualitatif. Adapun sumber data yang penulis peroleh adalah hasil wawancara dengan pasangan yang tinggal serumah setelah menikah sebelum walimah, Niniak Mamak , KAN Sungayang dan pengkulu adat yang ada di Nagari Sngayang , kemudian data yang diperoleh akan dianalisis secara deskriptif analisis. Hasil penelitian penulis dapat disimpulkan, diantaranya: Pertama, alasannya adalah karena karena melaksanakan aturan adat salingka nagari , Kedua, akibat hukum yang ditimbulkan secara hukum adat hanya saja tidak enak di pandang oleh mata masyarakat dan menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat Ketiga, tinjauan maqashid syariah adalah termasuk kepada tingkatan tahsiniyat karena apabila tidak terpenuhi tidak mengancam jiwa seseorang. Didalam perkawinan merupakan suah etika dan pelengkap atau kesempurnaan perkawinan
Buku ajar ini merupakan buku yang digunakan untuk mendukung proses perkuliahan Metode Penelitian Pengajaran Bahasa Indonesia. Kompetensi yang harus dicapai pada mata kuliah ini adalah mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan konsep, teori, metodologi penelitian dan meng-aplikasikannya ke dalam pengajaran/pembelajaran bahasa Indonesia. Mahasiswa juga diharapkan mampu menguasai teori pengertian dan dasar-dasar penelitian, tujuan, fungsi, asumsi, dan karakteristik penelitian, jenis Penelitian dan perbedaan penelitian kualitatif dengan penelitian kuantitatif, masalah penelitian, kajian pustaka, populasi dan sampel, variabel, instrumen penelitian, data dan sumber data
Masalah pokok dalam penelitian ini adalah bagaimana religiusitas remaja pada masa pubertas di MTsN Tanjung Emas yang akan dilihat dari tiga dimensi yaitu, peribadatan atau praktik agama (the ritualistic dimension), feeling atau penghayatan (the experiencal dimension) dan effect atau pengalaman (the consequential dimension). Tujuan dari penelitian ini untuk melihat tingkat religiusitas remaja pada masa pubertas di MTsN Tanjung Emas. Metode penelitian penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi Penelitian seluruh siswa kelas VII dan kelas VIII yang berjumlah 216 orang. Adapun teknik pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling dan dipilih kelas VII.4 dan kelas VIII.5 berjumlah 45 orang. Alat pengumpulan data yaitu skala dengan model likert.Teknik analisis data menggunakan analisis data kuantitatif. Hasil penelitian terungkap bahwa tingkat religiusitas remaja pada masa pubertas, pada dimensi peribadatan atau praktik agama yang terkait dengan intensitas pelaksanaan ibadah, dimensi penghayatan terkait dengan perasaan akan kehadiran Tuhan dan dimensi pengalaman terkait dengan tingkah laku dalam kehidupan bermasyarakat secara umum berada dalam tingkat kategori tinggi. Pada dimensi peribadatan berada dalam tingkat kategori tinggi. Pada dimensi penghayatan berada dalam tingkat kategori tinggi. Pada dimensi pengalaman terkait implikasi ajaran agama mempengaruhi perilaku, berada dalam tingkat kategori sangat tinggi. Artinya, separuh dari siswa pada masa pubertas di MTsN Tanjung Emas telah mengimplikasikan ajaran agama ke dalam tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari.
Masalah pokok dalam penelitian ini adalah bagaimana regulasi diri mahasiswa STAIN Batusangkar jika ditinjau dari keikutsetaannya dalam organisasi. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat regulasi diri mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Batusangkar jika dilihat dari keikutsertaannya dalam sebuah organisasi kemahasiswaan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian yang bersifat deskriptif kuantitatif. Untuk memperoleh data yang dibutuhkan digunakan skala yang diberikan kepada 64 orang mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Batusangkar yang mengikuti kegiatan organisasi, dan telah menjabat sebagai pengurus pada kepengurusan periode 2015. Berdasarkan hasil penelitian maka terlihatlah dari penyebaran skala yang telah dilakukan, sebagian besar diantaranya memiliki tingkat regulasi diri tinggi sedangkan sebagian kecil lainnya memiliki tingkat regulasi diri sedang. Jika dilihat dari aspek-aspek yang diteliti maka sebagian mahasiswa yang mengikuti organisasi memiliki regulasi diri sedang pada aspek metakognisi dan motivasi, dan memiliki regulasi diri yang tinggi pada aspek perilaku.
Permasalahan pokok dalam skripsi ini adalah bagaimana pengaruh model konseling realitas dalam meningkatkan penyesuaian diri siswa di MTs PPTI Malalo. Penelitian ini bertujuan untuk melihat berpengaruh atau tidaknya model konseling realitas dalam meningkatkan penyesuaian diri siswa di MTs PPTI Malalo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian ekperimen, dengan model single subyek. Treatment yang penulis lakukan dengan melakukan konseling realitas melalui setting individual yang berikan sebanyak enam kali selama lebih kurang 1 bulan. Hipotesis dalam penelitian ini adalah pendekatan konseling realitas tidak berpengaruh terhadap peningkatan penyesuaian diri siswa (Ho), dan pendekatan konseling realitas berpengaruh terhadap peningkatan penyesuaian diri siswa (Ha). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII PA dan kelas VII PI di MTs PPTI Malalo yang terdiri dari dua lokal. Sampel penelitian yaitu 1 orang berasal dari kelas VII PI, dan 3 orang berasal dari VII PA. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu skala Likert. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan model konseling realitas dalam meningkatkan penyesuaian diri siswa, menunjukan bahwa terdapat pengaruh signifikan yaitu penyesuaian diri yang mulanya tidak baik setelah diberi konseling realitas sebanyak 6 kali maka penyesuaian diri siswa menjadi baik. Hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima, berarti model konseling realitas memberikan pengaruh signifikan dalam meningkatkan penyesuaian diri siswa.