ANALISIS OPERASIONAL PENGILINGGAN PADI PADA HULLER NURI MENGGUNAKAN METODE TRIPLE BOTTOM LINE
M.Farhan NIM, 2230404096 judul skripsi ”Analisis Operasional Pengilinggan Padi Huller Nuri Menggunakan Metode Triple Bottom Line” Program Studi Manajemen Bisnis Syariah, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar, 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penerapan prinsip keberlanjutan pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya pada sektor penggilingan padi, yang tidak hanya berperan dalam meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, tetapi juga memiliki dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam operasionalnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis operasional usaha penggilingan padi Huller Nuri berdasarkan pendekatan Triple Bottom Line (TBL) yang meliputi dimensi ekonomi (profit), sosial (people), dan lingkungan (planet). Penelitian ini dilakukan pada usaha penggilingan padi Huller Nuri yang berlokasi di Jorong Supanjang, Nagari Cubadak, Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar. Jenis penelitian menggunakan metode kualitatif dengana analisis deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari pemilik usaha, tenaga kerja, dan masyarakat sekitar. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek ekonomi (profit), usaha telah mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi yang berdampak pada peningkatan pendapatan. Dari aspek sosial (people), usaha memberikan kontribusi positif melalui penciptaan lapangan kerja dan hubungan sosial yang baik, namun masih terdapat keterbatasan dalam pemenuhan keselamatan kerja. Sementara itu, dari aspek lingkungan (planet), usaha telah melakukan upaya pengelolaan limbah, meskipun pemanfaatan limbah dan efisiensi penggunaan sumber daya masih perlu ditingkatkan. Operasional usaha penggilingan padi Huller Nuri telah mencerminkan penerapan konsep Triple Bottom Line, namun belum optimal pada dimensi sosial dan lingkungan. Oleh karena itu, disarankan peningkatan sistem pencatatan keuangan, penyediaan alat pelindung diri, serta pengelolaan limbah yang lebih efektif guna mendukung keberlanjutan usaha.