Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Stuart Hall
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS REPRESENTASI SILEK DAN NILAI ADAT BUDAYA MINANGKABAU DALAM FILM MERANTAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikhsan Hardiansyah, NIM 2230302028. Judul Skripsi: “Analisis Representasi Silek dan Nilai Adat Budaya Minangkabau dalam Film Merantau.” Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Film merupakan media komunikasi massa yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai media representasi yang mampu membangun makna mengenai realitas sosial, budaya, dan identitas. Film Merantau (2009) karya Gareth Evans mengangkat silek dan nilai-nilai adat budaya Minangkabau sebagai unsur utama cerita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi silek dan nilai adat budaya Minangkabau dalam film Merantau menggunakan teori representasi Stuart Hall. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika budaya. Sumber data utama berupa film Merantau, sedangkan data pendukung diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dan penelitian terdahulu. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap adegan, dialog, ekspresi tokoh, gerak tubuh, serta unsur visual dan audio yang berkaitan dengan representasi silek dan nilai adat budaya Minangkabau. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menggunakan teori representasi Stuart Hall melalui pendekatan Circuit of Culture, khususnya pada aspek representation dan identity. Hasil penelitian menunjukkan bahwa silek direpresentasikan tidak hanya sebagai seni bela diri tradisional, tetapi juga sebagai simbol identitas budaya Minangkabau yang mencerminkan nilai keberanian, pengendalian diri, kedisiplinan, tanggung jawab, penghormatan kepada guru, dan perlindungan terhadap sesama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa film Merantau tidak hanya merefleksikan budaya Minangkabau, tetapi juga mengonstruksi makna budaya tersebut sehingga memperkuat identitas budaya Minangkabau melalui media film.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Representasi Budaya Nikah Sasuku dalam Film "TAHALANG"

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Yogi Ramanda, NIM 2230302063, Judul Skripsi Representasi Budaya Nikah Sasuku Dalam Film “Tahalang”. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi budaya larangan nikah sasuku dalam film Tahalang melalui pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce dan teori representasi Stuart Hall. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa adegan dan dialog film serta hasil Focus Group Discussion (FGD) untuk menggali proses pemaknaan audiens. Analisis semiotika Peirce diterapkan untuk mengidentifikasi tanda ikon, indeks, dan simbol dalam film, sedangkan kerangka representasi. Hall digunakan untuk menjelaskan mekanisme encoding–decoding nilai adatMinangkabau dalam teks film dan respons penonton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Tahalang merepresentasikan larangan nikah sasuku sebagai mekanisme kontrol sosial dan genealogis yang berfungsi menjaga kehormatan kaum serta stabilitas garis keturunan dalam sistem kekerabatan matrilineal. Konflik tokoh dalam film menggambarkan benturan antara nilai kolektif adatdan kebebasan individu, di mana adat diposisikan sebagai norma yang bersifat preskriptif. Temuan FGD mengungkapkan adanya variasi pembacaan antar generasi; audiens generasi tua cenderung menerima larangan sebagai norma yang sah (dominant–hegemonic reading), sedangkan generasi muda menunjukkan pembacaan negosiasi (negotiated reading) dengan mempertanyakan relevansi dan dampak sosialnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa representasi nikah sasuku dalam film tidak hanya bersifat reflektif, tetapi juga berperan dalam proses produksi makna budaya, sehingga film berfungsi sebagai ruang negosiasi nilai dan identitas masyarakat Minangkabau kontemporer. Kata Kunci: Representasi, Peirce, Stuart Hall, Nikah Sasuku, Minangkabau, Tahalang

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail