Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

1 hasil
Subjek: Problem-Based Learning (PBL)
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN MODEL PROBLEM-BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK DI KELAS IV SDN 17 SUNGAI TARAB

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK CYNTIA WULANDARI, NIM 1730111012, judul SKRIPSI “PENERAPAN MODEL PROBLEM-BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK DI KELAS IV SDN 17 SUNGAI TARAB” jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Institut Agama Islam (IAIN) Batusangkar. Penelitian ini dilatar belakangi rendahnya keaktifan siswa di kelas IV SDN 17 Sungai Tarab, siswa hanya mendengarkan dan sibuk dengan kegiatan masing-masing, tidak ada yang bertanya dan mengemukakan pendapat kepada guru. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan siswa dengan menerapkan model pembelajaran Problem-Based Learning (PBL). Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas, berlangsung selama dua siklus, setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilakukan di kelas IV SDN 17 Sungai Tarab yang berjumlah 8 orang siswa yang terdiri dari 4 siswa laki-laki dan 4 siswa perempuan. Cara pengumpulan data diperoleh dengan melakukan observasi dan studi dokumentasi. Analisis data keaktifan belajar siswa dalam pembelajaran tematik menggunakan format observasi, data yang diperoleh dari observasi merupakan data kualitatif dan observasi ke dalam bentuk penskoran kuantitatif berdasarkan jumlah siswa yang memunculkan tiap indikator. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan keaktifan siswa dengan menggunakan model Problem-Based Learning (PBL) melalui 5 fase: fase 1 orientasi siswa pada masalah, fase 2 mengorganisasi siswa untuk belajar, fase 3 membimbing penyelidikan individu maupun kelompok, fase 4 mengembangkan dan menyajikan hasil karya, dan fase 5 menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Hal ini tampak pada siklus I dengan rata-rata 67,5 (Kriteria Sedang), dimana terdapat 3 siswa menunjukkan kategori keaktifan tinggi dan 5 siswa menunjukkan kategori keaktifan sedang, pada siklus II dengan rata-rata 85,6 (Kriteria Tinggi) dimana terdapat 8 siswa kategori keaktifan tinggi. Artinya adanya peningkatan rata-rata 18,1. Hasil ini menunjukkan bahwa keaktifan siswa meningkat dari siklus I ke Siklus II.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail