Pengaruh Model Experiential Learning Terhadap Peningkatan Kemampuan Berfikir Kritis pada Mata Pelajaran IPAS Siswa Kelas IV di UPT SDN 05 Baringin
ZASHA CHAIRUNNISA, NIM 2130111149 (2025). Judul Skripsi: “Pengaruh Model Experiential Learning Terhadap Peningkatan Kemampuan Berfikir Kritis Pada Mata Pelajaran IPAS siswa Kelas IV di UPT SDN 05 Baringin”. Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan berfikir kritis siswa UPT SDN 05 Baringin sehingga siswa belum mampu memberikan penjelasan sederhana dari topik yang mereka pelajari dan diakhir pembelajaran siswa cenderung diam dan hampir tidak ada yang dapat menyimpulkan hasil pembelajaran. Hal ini disebabkan oleh proses pembelajaran yang masih kaku dan tidak melibatkan siswa dengan cara yang aktif. Para guru lebih sering menggunkan metode ceramah tanpa memberikan kesempatan kepada siswa untuk meneliti konsep melalui pengalaman langsung. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan menggunkan model experiential learning dalam pembelajaran. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui: “Pengaruh model experiential learning terhadap peningkatan kemampuan berfikir kritis siswa kelas IV pada pembelajaran IPAS”. Metode penelitian ini adalah kuantitatif eksperimen. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa pada kelas IV yang berjumlah 35 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling karena populasi kurang dari 100. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrument tes. Teknik analisis data dilakukan dengan uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis menggunakan SPSS 22 dan uji N-Gain. Hasil penelitian ini adalah terdapat pengaruh model experiential learning terhadap kemampuan berfikir kritis siswa kelas IV di UPT SDN 05 Baringin. Hasil analisis data terdapat nilai rata-rata yang berbeda antara pretest dan posttest,yaitu pretest 44,6 dan posttest 65,00. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji signifikan 0,000 0,05 yang berarti ada pengaruh atau terdapat pengaruh model experiential learning terhadap peningkatan kemampuan berfikir kritis pada mata pelajaran IPAS di UPT SDN 05 Baringin. Maka dapat disimpulkan H0 ditolak dan Ha diterima.