Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

1 hasil
Subjek: FAPbI3
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Penambahan Molekul FAPbI3 Terhadap Kisi Perovskite dan Aplikasinya pada Sel Surya Perovskite

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jihan Azizah Ananda, NIM 2030107006, judul skripsi “Pengaruh Penambahan Molekul FAPbI3 terhadap Kisi Perovskite dan Aplikasinya pada Sel Surya Perovskite”. Program studi Tadris Fisika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok pembahasan dalam penelitian ini adalah efisiensi sel surya perovskite yang ada sekarang memiliki banyak peluang untuk ditingkatkan. Salah satunya adalah penggunaan Formamidinium lead iodide (FAPbI3) untuk kisi sel surya perovskite. Pada sample perovskite yang dibuat dengan tujuan mendapatkan nilai efisiensi yang tinggi dari perovskite FAPbI3 pada variasi larutan Hexamethylenetetramine (HMT) untuk campuran dengan FAI (Formamidinium Iodide), dan untuk mengetahui sifat fisik berupa morfologi dari perovskite FAPbI3. Jenis penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah Eksperimen. Penelitian dilakukan di Organik and Printed Electronic (OPEL) Institute Micro Engineering and Nanoelectronics (IMEN) Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Metode penelitian yang digunakan adalah metode spin-coating, dengan 4 variasi FAPbI3. FAPbI3 dibuat dari FAI dengan 4 variasi HMT . variasi 1, 2, 3, dan 4 secara berturut-turut dibuat dari 2 mg, 3 mg, 4 mg, dan 5 mg HMT dalam 1 ml IPA (Iso Propile Alcohol). Keempat variasi tersebut selanjutnya dilambangkan secara berturut-turut dengan FA2, FA3, FA4, dan FA5. Selanjutnya setiap variasi dimasukkan ke dalam botol sintesis dan di sonikasi sampai larut. Untuk setiap 1 ml variasi HMT digunakan untuk melarutkan 60 mg FAI. Setelah FAI dan HMT dimasukkan ke dalam botol sintesis lalu disonikasi selama 10 menit atau sampai larut. Hasil penelitian pada pembuatan perovskite variasi HMT lapisan FAI dilihat dari hasil FESEM memiliki bentuk morfologi yang terbaik pada variasi FA3 karena bentuknya memiliki bentuk yang halus dan sedikit lubang hitam, hal ini juga sejalan dengan hasil XRD dimana menunjukkan grafik intensitas yang tinggi pada variasi FA3 yang menunjukkan karakterisasi yang baik. Untuk karakterisasi I-V terdapat nilai Voc, Jsc, FF, dan PCE didapatkan bahwa pada varisai sampel FA3 menunjukkan nilai efisiensi tertinggi. Dimana FA3 menunjukkan efisiensi 30% lebih tinggi dibanding dengan FA2, 27% lebih tinggi dibanding dengan FA4 dan 32% lebih tinggi dibandingkan dengan FA5.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail