ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Wahyudi, NIM 2230302062, Judul Skripsi Representasi Peran Ibu dalam Film Ngeri-Ngeri Sedap Karya Bene Dion Rajagukguk: Analisis Semiotika Roland Barthes. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi peran ibu dalam film Ngeri-Ngeri Sedap melalui pendekatan semiotika Roland Barthes. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana makna denotasi, konotasi, dan mitos membentuk konstruksi sosial mengenai posisi ibu dalam struktur keluarga Batak yang patriarkal. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa 20 scene yang menampilkan karakter Mak Domu sebagai figur sentral dalam dinamika keluarga.Analisis semiotika Barthes diterapkan untuk mengidentifikasi sistem tanda pada tiga tingkatan makna, yaitu denotasi sebagai makna literal, konotasi sebagai makna kultural dan emosional, serta mitos sebagai sistem pemaknaan tingkat kedua yang menaturalisasi ideologi patriarki dalam budaya Batak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film merepresentasikan Mak Domu dalam dua konstruksi utama. Pertama, film mereproduksi mitos ibu sebagai penjaga keutuhan keluarga, penanggung beban emosional, serta figur pengorbanan yang menopang stabilitas domestik. Representasi ini tampak melalui gestur diam, sikap menunduk, aktivitas domestik yang konsisten, serta penerimaan terhadap tekanan keluarga.Namun demikian, film juga menghadirkan negosiasi terhadap mitos tersebut. Pada beberapa adegan kunci, Mak Domu digambarkan menyuarakan perasaannya, menunjukkan keberanian moral, serta menuntut pengakuan emosional dari anggota keluarga. Pergeseran ini menunjukkan bahwa ibu tidak semata-mata direpresentasikan sebagai subjek pasif, melainkan sebagai agen moral yang memiliki daya tawar dalam ruang domestik.Penelitian ini menyimpulkan bahwa representasi peran ibu dalam film tidak hanya bersifat reflektif terhadap budaya Batak yang patriarkal, tetapi juga berfungsi sebagai ruang negosiasi ideologis antara tradisi dan perubahan. Dengan demikian, film berperan dalam memproduksi sekaligus menantang mitos tentang peran perempuan dalam struktur keluarga Batak kontemporer.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PANJI ANUGERAH, NIM 14 209 024, judul skripsi “POLA KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA MASYARAKAT BATAK DENGAN MASYARAKAT MINANGKABAU DI KELURAHAN WEK 1 BATANGTORU” Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar, yang terdiri dari 95 Halaman tahun 2018. Latar belakang penelitian terkait tentang hidup rukunnya dua budaya yang berbeda yaitu Budaya Batak dan Minangkabau. penelitian dilakukan di kelurahan Wek 1 kecamatan Batangtoru. Urgensi dari penelitian ini supaya komunikasi antar budaya tidak missunderstanding, saling memahami dan tidak terjadinya konflik budaya yang berasal dari kesalahpahaman bahasa Fokus masalah dalam penelitian ini ialah pola komunikasi antar budaya Masyarakat Batak dengan masyarakat Minangkabau di kelurahan Wek 1 Batangtoru. sub fokus terdiri dari tiga sub, pertama, pola komunikasi masyarakat Minangkabau dalam menyesuaikan diri di kelurahan Wek 1 Batangtoru, kedua, pola komunikasi masyarakat Batak dalam menerima masyarakat Minangkabau di kelurahan Wek 1 Batangtoru dan ketiga, nilai-nilai yang ditemukan setelah proses komunikasi antar budaya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan atau field research yang bersifat deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah masyarakat Batak dan masyarakat Minangkabau serta melalui pengamatan peneliti. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Teknik analisis data yang peneliti pergunakan adalah model Miles dan Huberman, untuk mengungkapkan dan menguraikan pola komunikasi antar budaya masyarakat Batak dengan masyarakat Minangkabau di kelurahan Wek 1 Batangtoru. Dalam menjamin keabsahan data peneliti menggunakan triangulasi atau secara sederhana dikenal dengan metode cross check. Hasil penelitian mengungkapkan bahwasanya masyarakat Minangkabau dan masyarakat Batak mempunyai pola dalam berkomunikasi antar budaya. Adapun pola komunikasi antar budaya yang dipergunakan masyarakat Minangkabau pada saat menyesuaikan diri di kelurahan Wek 1 Batangtoru yaitu: melalui bahasa, mengurangi adanya streotip dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat di kelurahan Wek 1 Batangtoru. Sementara, masyarakat Batak menggunakan pola melalui, pengkaburan identitas budaya, mengurangi streotip dan keterbukaan tinggi. Dari hasil penelitian, peneliti dapat menyimpulkan bahwa pola komunikasi antar budaya masyarakat Batak dengan masyarakat Minangkabau di kelurahan Wek 1 Batangtoru berjalan dengan baik dan efektif.
BookOpen AccessMetadata saja
2018•Koleksi Perpustakaan
Grammar of Toba-Batak language.
BookOpen AccessMetadata saja
2018•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2018•Koleksi Perpustakaan
Includes bibliographical references (p. 127-128).
BookOpen AccessMetadata saja
2018•Koleksi Perpustakaan
Kinship system of Batak Karo ethnic group of Sumatera Utara Province.
BookOpen AccessMetadata saja
2018•Koleksi Perpustakaan
Cultural history and old manuscripts of Batak ethnic group of Sumatera Utara Province.
BookOpen AccessMetadata saja
2017•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2017•Koleksi Perpustakaan
Genealogy of Hasibuan, a family name of Batak in Indonesia.
BookOpen AccessMetadata saja
2017•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2017•Koleksi Perpustakaan
Genealogy of Batak kings and rulers of former Pargarutan Kingdom, South Tapanuli, Indonesia.
BookOpen AccessMetadata saja
2017•Koleksi Perpustakaan
Tradition of Batak people in the practice of Christianity.
BookOpen AccessMetadata saja
2017•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2017•Koleksi Perpustakaan
Socioculture of Karo-Batak ethnic group of Sumatera Utara Province.
BookOpen AccessMetadata saja
2017•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2016•Koleksi Perpustakaan