Abstrak
AYU SUNDARI, NIM. 15 300 100 007, judul skripsi “Upaya Guru Fikih dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa Kelas VIII di MTsN 16 Tanah Datar. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar tahun 2020. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah ditemukan bahwa gejala siswa mengalami kesulitan dalam belajar Fikih di antaranya rendah hasil belajar, siswa kesulitan dalam menjelaskan kembali materi yang telah disampaikan guru. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana upaya Guru Fikih dalam mengatasi kesulitan belajar siswa kelas VIII di MTsN 16 Tanah Datar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya Guru Fikih dalam mengatasi kesulitan belajar siswa kelas VIII di MTsN 16 Tanah Datar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data primer yang berjumlah 1 orang yaitu guru Fikih kelas VIII serta sumber data sekundernya terdiri dari siswa MTsN 16 Tanah Datar. Teknik penguji keabsahan data yang digunakan adalah trianggulasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah Reduksi Data, Penyajian Data dan Menarik Kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan bahwa Upaya guru fikih dalam mengatasi kesulitan belajar siswa kelas VIII di MTsN 16 Tanah Datar adalah (1) Guru memberikan remedial kepada siswa dengan cara diberikan waktu 30 menit di luar jam sekolah (2) Guru mengelompokkan siswa yang sering mendapatkan nilai di bawah KKM lalu dari masing-masing kelompok tersebut di pimpin oleh juara-juara kelas untuk membina temannya yang kurang paham dengan materi yang disampaikan guru. (3) Guru selalu memberikan Kuis di akhir pembelajaran, lalu sispa siswa yang sering menjawab kuis dengan benar diberi reward. Hal ini dilakukan untuk memotivasi dan menumbuhkan minat siswa dalam belajar fikih. (4) Guru Fikih bekerja sama dengan guru Bk untuk melihat anak-anak yang kesulitan belajar, lalu menjalin komunikasi dengan orang tua siswa untuk mengetahui apa saja yang dilakukan anak di lingkungan sosilnya. (5) Guru Fikih mendiagnosa kesulitan belajar siswa dengan cara melihat hasil belajar siswa, mengidentifikasi siswa yang sulit belajar degan siswa yang tidak sulit belajar.