Abstrak
Liana Adhi Pangestu.NIM. 13101066. Judul Skripsi: “Pelaksanaan Pembelajaran Tahfidzh Al-Qur’an di Ma’had Tahfidzh Hubbul Qur’an Payakumbuh”. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Batusangkar tahun 2019. Penelitian ini beranjak dari pencapaian hafalan santri di Ma’had Tahfidzh Hubbul Qur’an Payakumbuh melebihi target. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran tahfidzh Al-Qur’an di Ma’had Tahfidzh Hubbul Qur’an Payakumbuh, terutama ditinjau dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran tahfidzh Al-Qur’an. Manfaat penelitian ini sebagai masukan bagi pihak yang memerlukan terutama Asatidzhat di Ma’had Tahfidzh Hubbul Qur’an Payakumbuh. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) yang bersifat fenomenologis yang mendeskripsikan fenomena pencapaian hafalan santri di Ma’had Tahfidzh Hubbul Qur’an Payakumbuh. Teknik pengumpulan data menggunakan tiga cara yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun informan utama dalam penelitian ini adalah guru tahfidzh Al-Qur’an di Ma’had Tahfidzh Hubbul Qur’an Payakumbuh. Keabsahan data menggunakan trianggulasi. Teknis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Milles dan Huberman. Dari penelitian yang dilakukan di Ma’had Tahfidzh Hubbul Qur’an Payakumbuh dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran tahfizh di Ma’had Tahfizh Hubbul Qur’an Payakumbuh telah berjalan dengan baik sesuai perencanaan, serta memperoleh hasil yang baik. Untuk saat ini capaian hafalan santri sudah 21 juz dan berkisar rentangan 10-17 juz bagi santri yang telah menjalani pendidikan selama tiga tahun sejak berdirinya ma’had. Perencanaan yang dilakukan mulai dari menentukan target hafalan santri, memilih metode yang tepat, kemudian menyiapkan guru yang akan mengajarkan tahfizh serta membekali guru tahfizh dengan pelatihan atau micro teaching pembelajaran tahfizh, mengadakan tahsin dan tahfizh bagi guru Qur’an. Target umum pencapaian hafalan santri selama di Ma’had ini adalah 30 juz selama enam tahun. Pelaksanaan pembelajaran tahfizh dilakukan menggunakan metode talqin, takrir dan dipaduan dnegan metode cepat membaca. Evaluasi dilakukan dalam bentuk tasmi’ dan ikhtibar. Tasmi’ dilakukan setelah santri selesai menambah satu juz. Ikhtibar dilakukan pada setiap akhir semester. Tasmi’ dan ikhtibar merupakan ujian lisan,yang mana tasmi’ santri menyetorkan seluruh hafalan dalam satu juz. Sedangkan ikhtibar santri diujikan dengan beberapa soal yang telah disusun tim penguji tahfizh. Tindak anjut dari evaluasi ini adalah jika santri lulus tasmi’ maka akan direkomendasikan untuk menghafal juz baru, jika belum lulus maka mengulang/muraja’ah kembali hafalan lama. Selanjutnya jika lulus ujian ikhtibar dapat dilanjutkan ke level berikutnya