Lewati ke konten utama
BookOpen AccessTerbit 2020Versi 1

PERANAN TRADISI BAPADUOAN SAWAH TERHADAP PENDAPATAN MASYARAKAT NAGARI III KOTO KECAMATAN RAMBATAN KABUPATEN TANAH DATAR

Koleksi Perpustakaan•IAIN Batusangkar•2 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Doli Efendi. NIM 15301100027 Judul Skripsi: “PERANAN TRADISI BAPADUOAN SAWAH TERHADAP PENDAPATAN MASYARAKAT NAGARI III KOTO KECAMATAN RAMBATAN KABUPATEN TANAH DATAR”. Skripsi. Jurusan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. 2019. 92 halaman. Permasalahan dalam penelitian ini adalah di mana terjadinya praktek bapaduoan sawah oleh petani penggarap dalam menggarap sawah dalam prakteknya terjadi ketimpangan di mana petani menanggung biaya lebih besar dari pada pemilik sawah, sementara pembagian hasil sama banyak antara pemilik lahan dengan petani penggarap. Tujuan pembahasan ini untuk mengetahui dan medeskripsikan bentuk tradisi bapaduoan sawah yang dilakukan oleh masyarakat Nagari III Koto terhadap pendapatan masyarakat Nagari III Koto khususnya petani penggarap sawah dan pemilik lahan. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian lapangan (field research) dalam mendapatkan data-data dari permasalahan yang diteliti. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengolahan data yang dilakukan yaitu secara deskriptif kualitatif terhadap aspek masalah tertentu dan memaparkan melalui kalimat yang efektif. Hasil penelitian yang penulis peroleh ditemukan bahwa Tradisi Bapaduoan Sawah merupakan sistem bagi hasil pertanian antara pemilik lahan dengan petani penggarap di Nagari III Koto Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar, di mana pemilik lahan akan menanggung biaya bibit, pupuk, dan alat pada saat panen. Sedangkan, petani penggarap akan mengeluarkan biaya-biaya yang timbul dalam mengelola sawah, seperti biaya bajak sawah, menanam dan pemeliharaan tanaman, serta biaya ketika panen. Revenue sharing digunakan dalam sistem bagi hasil dengan bagian 50 : 50. Peranan bapaduoan sawah terhadap pendapatan masyarakat Nagari III Koto belum dirasakan keadilan dan kewajarannya, serta ada pihak yang merasa dirugikan, sebab biaya yang dikeluarkan oleh petani penggarap lebih besar dibandingkan pemilik lahan, sedangkan keuntungan bagi hasil sawah tetap dibagi sama rata. Hasil panen yang didapatkan oleh pemilik lahan dan petani penggarap dapat disimpan untuk keperluan makanan pokok sehari-hari dan dapat dijual untuk memenuhi keperluan atau kebutuhan yang mendesak.

Kata kunci

Bapaduoan Sawah, Pendapatan

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1PERANAN TRADISI BAPADUOAN SAWAH TERHADAP PENDAPATAN MASYARAKAT NAGARI III KOTO KECAMATAN RAMBATAN KABUPATEN TANAH DATAR2020 · oai:ais:library-item:107196

Publikasi terkait