Abstrak
Rini Seprianti Putri. NIM 15300100089 (2015). Judul Skripsi: “Kompetensi Sosial Guru Pendidikan Agama Islam di SMPN 2 Tanjung Emas Kabupaten Tanah Datar’’. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimana kompetensi sosial guru pendidikan agama Islam di SMPN 2 Tanjung Emas Kabupaten Tanah Datar. Tujuan pembahasan ini untuk mendeskripsikan kompetensi sosial guru pendidikan agama Islam di SMPN 2 Tanjung Emas Kabupaten Tanah Datar. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, untuk mendapatkan data-data dari permasalahan yang diteliti. Sumber data yang penulis dapatkan antara lain: data primer adalah guru pendidikan agama Islam, data sekunder adalah peserta didik, teman sejawat guru pendidikan agama Islam, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar tempat tinggal guru pendidikan agama Islam. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang penulis pakai yaitu menggunakan model Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan fenomena di lapangan dapat disimpulkan bahwa kompetensi sosial guru pendidikan agama Islam di SMPN 2 Tanjung Emas Kabupaten Tanah Datar sudah baik. Hal ini dapat dilihat antara lain pertama, bersikap Inklusif, bertindak obyektif, serta tidak diskriminatif guru pendidikan agama Islam. Bersikap inklusif artinya sikap terbuka seseorang dalam menghadapi suatu perbedaan orang lain, hal ini dapat dikatakan bahwa guru pendidikan agama Islam di SMPN 2 Tanjung Emas dalam bersikap inklusif sangat baik. Bertindak obyektif artinya sikap seseorang dalam memberikan nilai sesuai dengan keadaan atau sesuai kenyataan, hal ini dapat dikatakan bahwa guru pendidikan agama Islam di SMPN 2 Tanjung Emas dalam bertindak obyektif sangat baik. Tidak diskriminatif artinya sikap seseorang yang tidak membeda-bedakan orang lain baik dari jenis kelamin, agama, status dan lain sebagainya, hai ini dapat dikatakan bahwa guru pendidikan agama Islam tidak diskrimintif dan sangat baik. Kedua, komunikasi dengan sesama guru, kependidikan, orang tua, peserta didik, dan masyarakat. Komunikasi merupakan kunci kesuksesan dalam mencapai tujuan dari pembelajaran dan juga pendidikan. Komunikasi ini merupakan suatu cara atau alat yang digunakan dalam menyampaikan pesan dari seseorang kepada orang lain. Komunikasi ini sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari karena manusia bersifat makhluk sosial. Berdasarkan temuan penelitian dapat disimpulkan bahwa komunikasi antara guru pendidikan agama Islam dengan sesama guru, kependidikan, orang tua, peserta didik, dan masyarakat dapat dikatakan sangat baik.