Abstrak
DESI RAHAYU. NIM. 14 109 016 judul SKRIPSI “Tanggung Jawab Orang Tua dalam Menanamkan Pendidikan Agama pada Anak Usia Dini di Jorong Beringin Indah Nagari Batuhampar Kec. Akabiluru Kab. 50 Kota”. Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Batusangkar. Permasalahan dalam penelitian ini adalah belum maksimalnya tanggung jawab orang tua kepada anaknya dalam hal menanamkan pendidikan agama, khususnya dalam pendidikan akidah, akhlak, dan ibadah. Hal ini disebabkan karena kebanyakan dari orang tua sibuk untuk bekerja, sehingga kewajibannya dalam mendidik anak terabaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana sebenarnya Tanggung Jawab Orang Tua dalam Menanamkan Pendidikan Agama pada Anak Usia Dini di Jorong Beringin Indah Nagari Batuhampar Kec. Akabiluru Kab. 50 Kota. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian lapangan (field research), yaitu dalam bentuk kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yaitu suatu fenomena penelitian yang bertujuan menggambarkan keadaan-keadaan atau suatu fenomena yang terjadi, yang diketahui dari orang-orang yang menjadi subjek penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data model Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan data. Uji keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tanggung jawab orang tua dalam menanamkan pendidikan agama pada anak usia dini di Jorong Beringin Indah Nagari Batuhampar Kec. Akabiluru Kab. 50 Kota sudah dilaksanakan dengan baik, orang tua sudah menanamkan pendidikan agama khususnya dalam pendidikan akidah, pendidikan akhlak, dan pendidikan ibadah. Namun, hasilnya masih belum maksimal. Disini masih ada juga sebahagian dari orang tua yang belum peduli dan belum paham dalam menanamkan pendidikan agama tersebut. Beberapa faktor yang menyebabkannya yaitu kesibukan orang tua dalam bekerja dan pemahaman orang tua dalam pengetahuan agama yang masih dangkal, sehingga belum dapat memberikan pendidikan agama kepada anak sejak dini.